Skip to Content

Category Archives: News

Kartel – Album : ORDO KARNIVORA

Realita kehidupan dalam lingkungan pekerjaan serta pergaulan ternyata jauh dari ekspektasi, ditambah tatanan negara yang akhir-akhir ini begitu membuat masyarakat merasa susah untuk memenuhi ekspektasi kehidupan, menjadi alasan bagi grup band thrash metal asal Tangerang, KARTEL. 

Seluruh keluh kesah KARTEL telah disatukan ke dalam sebuah album perdana mereka yang diberi tajuk “ORDO KARNIVORA”. Album yang berisikan 10 track ini menegaskan perjalanan KARTEL dari tahun 2014 bermain musik. “ORDO KARNIVORA” tak hanya berisikan lagu saja, tetapi album ini menjadi sebuah keluh kesah dari para personil tentang tatanan negara Indonesia serta realita kehidupan di lingkungan pekerjaan serta pertemanan sehari-hari. 

Proses pembuatan album perdana ini terbilang cukup sulit. Mulai dari masalah finansial, miss komunikasi antar personil, kesibukan tiap personil, dan lainnya membuat album perdana ini menjadi salah satu karya yang sangat berharga bagi KARTEL. Namun, hal-hal tersebut tak membuat semangat para personil menurun, justru mereka semakin panas membara untuk menyelesaikan album “ORDO KARNIVORA”. 

Album “ORDO KARNIVORA” sudah dapat didengarkan di seluruh DSP, serta album ini juga bisa dinikmati dalam bentuk CD yang akan segera dirilis oleh UTK Records.

Momen Yang Ditunggu Akhirnya Tiba, Pengumuman Nominasi 28th Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025, Ini Dia Hasilnya!

Momen Yang Ditunggu Akhirnya Tiba, Pengumuman Nominasi 28th Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025, Ini Dia Hasilnya!

Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) merupakan organisasi independen yang sejak 1996 konsisten memberikan penghargaan tertinggi kepada insan musik kreatif Indonesia. AMI Awards hadir untuk memberikan apresiasi luar biasa kepada para musisi Tanah Air, sekaligus mendukung peningkatan kreativitas, kapasitas, dan kualitas karya musik Indonesia. Selama hampir tiga dekade, AMI telah memberikan kontribusi nyata dalam memajukan industri musik nasional.

Di tahun 2025 ini, AMI Awards kembali diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Berhasil dilaksanakan pada tanggal 19 November 2025 bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta. 

Mengusung tema “Bhineka Tunggal Suara”, AMI Awards 2025 ingin menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman budaya, genre, dan generasi. Tema ini memberikan semangat persatuan melalui nada dan irama, sekaligus merayakan kekayaan musikal Indonesia yang lahir dari perbedaan namun berpadu menjadi harmoni. 

Tahun ini, tercatat 5.227 lagu yang terdaftar, baik dalam format single maupun album, yang dirilis pada periode 1 Juli 2024 – 30 Juni 2025. AMI mengapresiasi partisipasi serta antusiasme label, artis, serta musisi yang mendaftarkan karya-karya terbaik mereka. Hal ini menunjukkan bahwa semangat berkarya para musisi tetap membara, terlepas dari tantangan industri musik yang terus berkembang. 

AMI Awards 2025 telah menganugerahkan penghargaan dalam 63 kategori, berikut ini adalah hasil dari pemenang dalam tiap kategori:

BIDANG POP

  • Artis Solo Wanita Pop Terbaik: Raisa – Terserah
  • Artis Solo Pria Pop Terbaik: Rony Parulian – Pesona Sederhana
  • Duo/Grup Pop Terbaik: The Lantis – Bunga Maaf
  • Pencipta Lagu Pop Terbaik: Siprianus Bhuka – TABOLA BALE (Silet Open Up, Jacson Seran, Juan Reza, Diva Aurel)
  • Penata Musik Pop Terbaik: S/EEK – Berharap Pada Timur (Salma Salsabil)
  • Album Pop Terbaik: Berharap Pada Timur – Salma Salsabil (Universal Music Indonesia)

BIDANG ROCK

  • Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik: For Revenge – Penyangkalan
  • Album Rock Terbaik: Membangun & Menghancurkan – .Feast (Sun Eater)

 

BIDANG JAZZ

  • Artis Jazz Terbaik: Indra Lesmana – A Time For Everything
  • Artis Jazz Alternatif Terbaik: Littlefingers – Four Fights to Fibs
  • Album Jazz/Jazz Alternatif Terbaik: Dengarkanlah Radio – NonaRia (BTL Records)

 

BIDANG SOUL/R&B

  • Artis Solo Soul/R&B Terbaik: Kaleb J – Di Balik Pertanda
  • Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik: Salon RnB, Moneva, RL KLAV, Karina Christy, Madukina, Sade Susanto, Noni – Do What We Do
  • Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik: Assia Keva – Looking For Love In Wrong Places
  • Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Alternatif Terbaik: Dreane – Keluh

 

BIDANG DANGDUT

  • Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik: Lesti – Dilema
  • Artis Solo Pria Dangdut Terbaik: King Nassar – SAMIRA
  • Artis Solo Dangdut Alternatif Terbaik: Gusti Irawan Wibowo – Diculik Cinta
  • Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut Terbaik: Zainul Basyar, Bulan Madhani – Berlayar Cinta
  • Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik: Rombongan Bodonk Koplo, Ncum – Calom Mantu Idaman
  • Pencipta Lagu Dangdut Terbaik: Arya Bhima – Menuntun Rindu (Selfi Yamma)
  • Penata Musik Dangdut Terbaik: Ricky Flo – Menuntun Rindu (Selfi Yamma)

 

BIDANG LAGU ANAK-ANAK

  • Artis Solo Anak-Anak Terbaik: Gempi – Ajaib
  • Duo/Grup/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik: Prince Poetiray, Quinn Salman – Selalu Ada Di Nadimu (Ost. JUMBO)
  • Pencipta Lagu Anak-Anak Terbaik: Anindyo Baskoro, Arya Aditya Ramadhya,Ilman Ibrahim Isa – Selalu Ada Di Nadimu (Ost. JUMBO) (Prince Poetiray, Quinn Salman)
  • Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik: Andi Rianto – Terima Kasih Guruku (Guruku Tersayang) (Iren Glory)

 

BIDANG ALTERNATIF

  • Artis Solo Alternatif Terbaik: Hindia – everything u are
  • Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik: Dipha Barus, Kunto Aji, The Adams – Rima Raga
  • Album Alternatif Terbaik: Doves, ‘25 on Blank Canvas – Hindia (Sun Eater)

 

BIDANG KERONCONG

  • Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Asli Terbaik: Nabila Tribin – Keroncong Rangkaian Mutiara
  • Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Ekstra/Alternatif Terbaik: Keroncong Tujuh Putri – Romansa

 

BIDANG DANCE

  • Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik: Bleu Clair, Jevin Julian – Space & Time

 

BIDANG ELEKTRONIKA

  • Artis Solo/Grup/Kolaborasi Elektronika Terbaik: White Chorus, Dzulfahmi – Minggu

 

BIDANG METAL

  • Artis Solo/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik: DeadSquad – Perangai Nadir
  • Album Metal Terbaik: KALATIDHA – Down For Life (BLACKANDJE RECORDS)

 

BIDANG RAP/HIPHOP

  • Artis Solo Rap/HipHop Terbaik: Ecko Show – FYP Today 2
  • Duo/Grup/Kolaborasi Rap/HipHop Terbaik: Tenxi, Jemsii, Naykilla – Garam & Madu (Sakit Dadaku)

 

BIDANG KOPLO

  • Artis Solo/Grup/Kolaborasi Koplo Terbaik: Denny Caknan, Bella Bonita – Sinarengan

 

BIDANG ORKESTRA

  • Karya Orkestral Terbaik: Diskoria, Alvin Witarasa – Tanah Airku (Diskoria, Alvin Witarasa, Eva Celia, Mesty Ariotedjo, Najwa Shihab)

 

BIDANG MUSIK UNTUK MEDIA VISUAL

  • Album Film Scoring Terbaik: Music From The Motion Picture JUMBO – Ofel Obaja (Visinema)

 

BIDANG MUSIK UNTUK TEATER DAN FILM MUSIKAL

  • Album Musikal Terbaik: MAR Musikal (Original Cast Recording) – Original Cast Drama Musikal MAR (ArtSwara Records)

 

BIDANG KARYA PRODUKSI

  • Karya Produksi Progresif Terbaik: LOVE IS, Jason Mountario, Sri Hanuraga, Kelvin Andreas, Rainer James – Made to Believe
  • Karya Produksi Reggae/Ska/Rocksteady Terbaik: Dallu Uyee, Wizzow, Edgar Tauhid, Ras Muhamad – Santuy
  • Karya Produksi Kolaborasi Terbaik: Silet Open Up, Jacson Seran, Juan Reza, Diva Aurel – TABOLA BALE
  • Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik: Prince Poetiray, Quinn Salman – Selalu Ada Di Nadimu (Ost. JUMBO)
  • Karya Produksi Grup Vokal Terbaik: GAC (Gamaliel Audrey Cantika) – Higher
  • Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik: Silet Open Up, Jacson Seran, Juan Reza, Diva Aurel – TABOLA BALE
  • Karya Produksi Instrumentalia Terbaik: Erwin Gutawa – Swarnadwipa
  • Karya Produksi Musik Global Terbaik: Ammir Gita & Suku Cahaya Ensemble, Sujiwo Tejo, Sita Nursanti, Achi Hardjakusumah, Downey Angkiry, Yudhis Mahendra – Semar
  • Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik: Yovie Widianto, Adrian Kitut – Terlalu Cinta (Yovie Widianto, Lyodra)
  • Karya Produksi Blues Terbaik: Arya Novanda, Gugun Blues Shelter – Soulless Blues
  • Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik: Dere – Biru
  • Karya Produksi Kontemporer Terbaik: KUNTARI – Anak Kecil
  • Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik: Yura Yunita – Tanda
  • Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik: LOJ Worship – Sukacitaku (Live)

 

BIDANG PENUNJANG PRODUKSI

  • Produser Rekaman Terbaik: Jemsii – Garam & Madu (Sakit Dadaku) (Tenxi, Jemsii, Naykilla)
  • Grafis Desain Album Terbaik: Ipeh Nur, Enka Komariah, Aji Styawan – Hujan Orang Mati (Majelis Lidah Berduri)
  • Tim Produksi Suara Terbaik: Jemsii – Garam & Madu (Sakit Dadaku) (Tenxi, Jemsii, Naykilla)
  • Video Musik Terbaik: Yogi Kusuma – everything u are (Hindia)
  • Aransemen Vokal Terbaik: Dian HP, Gabriel Harvianto – MAR Medley Acapella – Melati Di Tapal Batas, Sepasang Mata Bola, Saputangan Dari Bandung Selatan, Selendang Sutra (Gabriel Harvianto, Galabby, Nisa Haryanti, MAR Ensemble)

 

BIDANG UMUM

  • Pendatang Baru Terbaik Terbaik: Prince Poetiray – Selalu Ada Di Nadimu (Ost. JUMBO)
  • Album Terbaik Terbaik: Doves, ‘25 on Blank Canvas – Hindia (Sun Eater)
  • Karya Produksi Terbaik Terbaik: Garam & Madu (Sakit Dadaku) – Tenxi, Jemsii, Naykilla


  • Video Musik Terfavorit: Stecu Stecu – Faris Adam
  • International Special Award: Indonesian Popular Song: Salma Salsabil
  • International Special Award: Japanese Popular Song: Creepy Nuts
  • Lifetime Achievement: Jopie Item, Jan Djuahana, James F Sundah

 

Selamat kepada para penerima Anugerah Musik Indonesia. Teruslah semangat berkarya!

“A TOAST TO MUSIC : CHAIRIS YOGA’S PRIVATE CONCERT”

PERJALANAN YANG TAK MUDAH DARI CHAIRIS YOGA TERSAMPAIKAN DALAM “A TOAST TO MUSIC : CHAIRIS YOGA’S PRIVATE CONCERT”

Pandemi menjadi salah satu ketakutan bagi seluruh orang di dunia. Hidup terasa gelap, kehilangan arah, tak berdaya, dan putus asa. Terkadang, hal yang dibutuhkan adalah keberanian dari satu suara kecil yang tidak menyerah. Dan hal yang dibutuhkan, yaitu bernyanyi. 

Bagi Chairis Yoga, bernyanyi merupakan salah satu cara untuk keluar dari kegelapan, rasa hilang arah, dan ketidakberdayaan. Pandemi yang ditakutkan oleh semua orang ternyata menjadi sebuah pembuka jalan baru bagi Chairis Yoga untuk mewujudkan beberapa impiannya dalam industri musik, yaitu mengarang lagu dan mengajar vokal. Dirinya berhasil melawan dan meninggalkan rasa takutnya untuk memulai sesuatu yang baru. 

Berawal dari lagu anak-anak yang rilis di tahun 2022, hingga saat ini Chairis Yoga telah berhasil memproduksi 9 single yang tersedia di seluruh Digital Streaming Platform.

Chairis Yoga merasa ceritanya ini harus disampaikan kepada semua orang, sehingga pada 30 November 2024 ia mengadakan sebuah private concert yang diberi tajuk “A Toast to Music : Chairis Yoga’s Private Concert”. Sebuah konser yang berisikan lantunan musik indah karya Chairis Yoga. Ia mengajak rekan-rekan yang pernah terlibat dalam proses pembuatan karya-karyanya untuk bersama menampilkan karya tersebut kepada seluruh tamu undangan konser.

Pertama, Chairis Yoga tampil bersama rekan-rekannya dari Rasa Tenang, yang merupakan sebuah bentuk inisiatif dari Gabriella Santoso di tahun 2020 dengan konsep menggabungkan unsur pertunjukkan mendongeng dan lagu bagi kesehatan mental orang dewasa. Dalam “A Toast to Music : Chairis Yoga’s Private Concert”, Rasa Tenang membawakan cerita yang menjadi inspirasi bagi single terbarunya, yang juga merupakan lagu orisinil dari Rasa Tenang ‘One Tiny Voice’. Di setiap akhir paragraf, Rasa Tenang menutupnya dengan alunan lagu indah yang pastinya membuat setiap pendengar merasa sangat tenang. 

Selain Rasa Tenang, Chairis Yoga juga mengajak anak didiknya dalam vokal yang juga ikut terlibat dalam setiap karya yang dirilis olehnya, yaitu Sahlendra, Damar, dan Gege. Ketiga anak ini memiliki peran penting dalam beberapa lagu yang diciptakan oleh Chairis. Lantunan nada-nada indah keluar begitu saja dari mulut ketiga anak yang baru saja menginjak usia 11-12 tahun. 

Rekan-rekan Chairis Yoga dari Jakarta International Community Choir (JICC) juga turut mengambil bagian tampil bersama dirinya dengan membawakan lagu bertajuk ‘The Better Days’. Di penghujung acara, Chairis Yoga menjelaskan bahwa dirinya memiliki impian untuk merilis sebanyak 10 lagu sebelum dirinya menginjak usia 60 tahun, dan hingga saat ini Chairis berhasil merilis 9 lagu yang sudah dapat dinikmati para pecinta musik Indonesia bahkan dunia. Satu single terakhir dibawakannya secara spesial dan perdana di depan para tamu undangan yang hadir dalam private concert tersebut. Lagu tersebut akan segera rilis di tanggal 6 Desember 2024.

“A Toast to Music : Chairis Yoga’s Private Concert” merupakan bentuk syukur Chairis Yoga karena telah mewujudkan mimpinya untuk berkarya di dunia musik. Selain itu, konser ini juga merupakan sebuah bentuk terima kasih serta apresiasi bagi rekan-rekan serta keluarga yang terlibat dalam perjalanan bermusik Chairis Yoga.

 

 

Mencari Makna Lenso Melalui Pameran “Mari Ber-Lenso!”

Jakarta, 24 September 2024 – Apa itu Lenso? Mungkin suatu term yang terdengar asing untuk masyarakat sekarang. Jika dikerucutkan lagi untuk bertanya pada masyarakat yang mendalami kesenian atau sejarawan, Lenso mungkin akan dikatakan sebagai jenis musik. Sebagian yang lain mengatakan Lenso adalah suatu jenis tarian. Mungkin keduanya benar. Disadari atau tidak, Lenso yang berkembang di Indonesia adalah salah satu warisan seni yang digencarkan oleh Presiden Sukarno. Dengan penolakannya pada budaya Barat dan pencarian identitas seni untuk masyarakat Indonesia yang belum lama merdeka, Presiden Sukarno pada saat itu memberi mandat kepada musisi sekaligus terjun langsung untuk mengemas Lenso yang ia sebut sebagai “Lenso Gaya Baru”.

Resmi berdiri sejak tahun 2013, Yayasan Irama Nusantara yang berfokus pada pengarsipan digital musik populer Indonesia, berusaha untuk mendekatkan arsip—secara digital maupun fisik—kepada masyarakat. Salah satunya melalui pameran-pameran yang telah diselenggarakan. Pada tahun 2024 ini, Irama Nusantara memperoleh status sebagai Pihak Penerima Bantuan Operasional dari LPDP Dana Indonesiana, untuk kategori Dukungan Institusional Bagi Organisasi Kebudayaan dengan sub-kategori Pengelolaan Ruang Publik. Pada saat ini ruang publik yang dimaksud adalah Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Senen, Kec. Senen, Jakarta Pusat. Sebelum pameran “Mari Ber-Lenso!”, Irama Nusantara telah mengadakan pameran “Biang Kerok; Pameran Arsip Benyamin Suaeb” di sekitar Juni hingga Juli tahun ini.

Dian Onno, Ketua Yayasan Irama Nusantara menyatakan, “Selama 11 tahun ini, Irama Nusantara bekerja secara intensif mengumpulkan arsip digital rilisan musik populer Indonesia. Hingga kini telah terkumpul sebanyak 8.000 rilisan, namun aksesnya masih dipusatkan pada format daring melalui situs website kami. Kami sangat berterima kasih kepada Museum Kebangkitan Nasional dan Unit Museum Cagar Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang membuka kesempatan sehingga Irama Nusantara dapat mewujudkan mimpi untuk membuka akses terhadap arsip yang telah kami koleksi secara fisik sehingga bisa langsung diakses oleh publik. Harapannya, selain ketertarikan masyarakat terhadap kekayaan arsip koleksi musik populer Indonesia semakin besar, juga bisa mendorong partisipasi aktif publik untuk berbagi koleksi arsip dan memorabilia musik Indonesia yang mereka miliki.

Pameran “Mari Ber-Lenso!” ini menjadi usaha kedua Irama Nusantara untuk lebih mendekatkan arsip kepada masyarakat. Zikri Rahman peneliti berkebangsaan Malaysia yang bertanggung jawab menjadi kurator untuk pameran kali ini, menyatakan “Penting sekali bagi masyarakat Indonesia untuk mengetahui produk budayanya, salah satunya adalah Lenso. Sebagai tari maupun musik, secara sadar atau tidak, Lenso pasti berpengaruh dalam benak masyarakat secara turun-temurun ke generasi berikutnya.”, jelas Zikri.

Budaya lupa masyarakat Indonesia akan kesejarahannya sendiri terjadi di berbagai sektor. Salah satunya dan yang sangat penting adalah narasi kebudayaan yang dilupakan begitu saja. Entah karena kurangnya pendokumentasian atau memang faktor literasi yang lemah di kalangan masyarakat. Atau mungkin keduanya. Di sini Irama Nusantara berusaha hadir untuk mengingatkan kembali narasi yang memang sudah pernah ada puluhan tahun silam tetapi mungkin terlupa karena beberapa isu menjadi topik sensitif di kemudian hari.”, jelas Gerry Apriryan, Program Manager Irama Nusantara.

Berbagai arsip mulai dari rilisan musik, foto-foto, lembar lirik, dan potongan artikel yang berkutat seputar Lenso akan disajikan dengan berbagai cara. Pameran “Mari Ber-Lenso!” akan  dibuka pada Sabtu, 28 September di Ruang Aula Kebangkitan, Muskitnas hingga akan ditutup pada Minggu, 24 November. Peresmian dibukanya pameran akan disimboliskan denganpenampilan tari Lenso dari Sanggar Tari Sekar Tanjung. Juga diadakan talkshow & music performance. Talkshow pertama bertajuk “Lenso dan Sukarno” yang kami harap dapat menjadi bahasan untuk mengupas bagaimana definisi Lenso yang ingin diperkenalkan oleh Presiden Sukarno. Diskusi ini diramaikan oleh; David Tarigan sebagai moderator, Guruh Sukarnoputra (putra Presiden Sukarno) & Sigit Lingga (Yayasan Bung Karno) sebagai narasumber. Malam harinya, di tempat yang sama, panggung diramaikan oleh Irama Pantai Selatan sebagai salah satu bukti seberapa relevannya pengaruh Lenso pada benak masyarakat muda sekarang.

Keriaan tidak hanya pada hari pembukaan, pada Minggu, 29 September juga terdapat talkshow dengan topik “Dari Gerak Ke Rentak” bersama Yola Yulfianti sebagai moderator, Jack Simanjuntak & Egi Pattinaya. Serta malam harinya ditutup dengan penampilan dari Paduan Suara Dialita.

 

 

Glenn Fredly By Rumabeta Foundation

Yayasan Ruma Beta merupakan sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh mendiang musisi legenda Tanah Air, Glenn Fredly, pada tahun 2011. Ruma Beta menjadikan musik sebagai bahasa penghubung yang bertujuan untuk memberikan dampak positif dalam Sosial Budaya, Pendidikan dan Lingkungan hidup di Indonesia. Melalui Yayasan Ruma Beta, Glenn Fredly berhasil mewujudkan seluruh cita-citanya bagi tanah air dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan, seperti Jaga Indonesia, KAMI (Konferensi Musik Indonesia), Kelas Bumi dan Tanda Mata Glenn Fredly.

Menjadi Tonggak Kembalinya Ke Kancah Skena Musik, Hagara Merilis Maxi-Single Terbaru Berjudul ‘Runtuh Serentak’ dan ‘Insan’

Hagara dikenal memiliki perpaduan musik dari beberapa genre seperti progressive rock, post-rock, dan shoegaze. Dengan perpaduan khas erangan gitar yang diiringi dengan ketukan ganjil dari drum, alunan synthesis atmospheric, dan notasi vokal harmonik khas musik pop Indonesia, Hagara menciptakan karya musik yang memikat pendengarnya. Melalui visi artistik mereka, Hagara terus berusaha mendobrak batasan-batasan dan memberikan pengalaman musik yang menggugah dan tak terlupakan.

Menyambut Album Pertamanya, Renaldy Rizky Kembali Merilis Single Ke-6 Bertajuk ‘Emptiness’

Renaldy Rizky adalah penyanyi, penulis lagu sekaligus sekaligus produser musik asal Balikpapan, Indonesia. Mengenal musik sejak Sekolah Menengah Pertama, kemudian Renaldy memutuskan untuk bergabung dengan beberapa band, dan saat ini memilih untuk bersolo karir. Pada tahun 2020, ia memulai debut solonya dengan merilis single bertajuk ‘Kini Telah Berbeda’. Lalu dilanjutkan dengan merilis ‘False Hope’ di bulan November 2020. Sebagai seseorang yang berusia 21 tahun, Renaldy ingin membagikan pandangan dan pemikirannya tentang kehidupan dan cinta. Melalui tulisannya yang dituangkan kedalam lagu, akhirnya ia kembali melepas 3 single terbarunya yang berjudul ‘Cinta Dalam Diam’, ‘Mengalah’ dan ‘Andai Kau Bisa’, dimana seluruh proses mulai dari penulisan lagu, proses rekaman, produksi hingga mixing dan mastering dilakukan sendiri oleh Renaldy Rizky.

Menangkap Energi dan Penampilan Mempesona Selama Tur Birdy, Pamungkas Merilis Album ‘LIVE – Birdy South East Asia Tour’

Maspam Company dan CloutSound dengan bangga mempersembahkan video beserta album audio live yang dinantikan “LIVE – Birdy South East Asia Tour”. Album ini menangkap energi dan penampilan mempesona yang terjadi selama Tur Birdy yang monumental dari Pamungkas.

Bercerita Tentang Kesempatan Kedua, Penyanyi Pendatang Baru Emanuel Aji Merilis Single Pop Balada Bertajuk ‘Selintas’

Penyanyi sekaligus penulis lagu pendatang baru, Emanuel Aji merilis single pop balada keduanya yang bertajuk ‘Selintas’. Rilisan ini menjadi penanda kembalinya Emanuel Aji setelah merilis single perdananya yang bertajuk ‘Taman Bunga’ pada September 2022 lalu.

Meninggalkan Hal-hal Di Masa Lalu Untuk Menuju Kehidupan Baru, Timekeep Merilis Single Terbaru Bertajuk ‘Leaving’

‘Leaving’ memiliki arti untuk meninggalkan hal-hal di masa lalu untuk menuju kehidupan baru atau kenangan baru. Dapat dikatakan move on, tetapi lebih tentang sebuah proses; rasa sakit, kehilangan, luka lama, luka baru dan sebagainya menjadi satu. Jadi memudarnya adalah sebuah proses. Ada dua pandangan dalam hal memudar, bisa memudar hingga berakhir atau memudar adalah bagian dari proses penyembuhan hingga menyatu dan menjadi hidup; bagaimana dengan perspektif pendengar saja.

YOUR SHOPPING CART

title_goes_here