Skip to Content

Blog Archives

Gewa Atlana – Hai Bintang

Ada rindu yang tak selalu bisa disampaikan secara langsung. Ada juga sosok yang saat ini telah jauh, tetapi kehadirannya selalu terasa dalam tiap langkah perjalanan hidup. Rasa itu hadir dan terekam manis dalam sebuah lagu yang bertajuk Hai Bintang. Lagu ini menjadi sebuah persembahan penuh dengan makna dari Gewa Atlana yang ditujukan untuk sang ayah, Glenn Fredly. 

Dirilis bertepatan dengan hari ulang tahun Glenn Fredly pada 30 September 2026, “Hai Bintang” menjadi cara Gewa menyampaikan rasa rindu sekaligus kasihnya kepada sang ayah. Dalam lagu ini, Gewa seolah sedang mengajak  sang ayah berbicara dari kejauhan, seperti seorang anak yang masih ingin bercerita tentang apa yang dirasakannya. 

Kerinduan terhadap sosok ayah menjadi salah satu perasaan yang begitu kuat dalam lagu ini. Dikemas dengan sangat manis dalam sebuah lirik berupa percakapan sederhana nan bermakna. 

“Hai Bintang” tak hanya sebatas lagu tentang kehilangan, tetapi tentang seseorang yang begitu berarti dalam hidup. Sosok ‘Bintang’ dalam lagu ini memang merepresentasikan seseorang yang telah tiada, namun juga dapat dimaknai sebagai sosok yang kita rindukan, seseorang yang berada jauh dari kita, atau bahkan seseorang yang selalu menjadi tempat bercerita. Apapun bentuknya, ‘Bintang’ adalah seseorang yang kehadirannya meninggalkan cahaya dalam kehidupan kita.

Melalui “Hai Bintang”, Gewa tak hanya mengungkapkan rasa rindunya kepada sang ayah, tetapi juga menjadi sebuah ungkapan terima kasih kepada sosok yang telah memberikan begitu banyak kenangan, kasih, dan nilai-nilai yang tetap hidup dan menemani dalam menjalani hari-hari. 

Terima kasihku, untuk Bintangku..

Sebuah kalimat sederhana yang menjadi inti dari lagu ini, tentang rindu, cinta, dan rasa syukur kepada seseorang yang mungkin tak lagi dapat ditemui, namun akan selalu memiliki tempat di hati.

Biarlah “Hai Bintang” dapat menjadi ruang bagi siapapun untuk menyapa kembali ‘Bintang’ yang dirindukan. Karena meski tak lagi berada di sisi kita, mereka akan selalu menjadi cahaya yang menemani dari kejauhan. 

Hai Bintang karya Gewa Atlana sudah dapat didengarkan pada seluruh digital streaming platform kesayangan kalian. 

———

 

HAI BINTANG – GEWA ATLANA 

Lyrics

 

Hai bintang apa kabarmu? 

Lelahkan kau bersinar?

Setiap malam jadi teman

Menjelang tidurku

 

Hai bintang jangan menghilang

Sebelum ku terlelap

Dengarkan aku bercerita

Yang sedang kurasa

 

Andai kau disini 

Tak pergi-pergi lagi

Pasti ku bahagia

Kita akan terus bersama 

 

Meskipun kau jauh

Tetap temani aku

Terima kasihku 

Untuk Bintangku

Song Credits: 

Author : Pradea Aldi, Aurora Zelo

Producer : Pradea Aldi 

Arranger : Pradea Aldi

Composer : Pradea Aldi, Aurora Zelo

Vocal Director : Aurora Zelo @StudioRumahBeta

Backing Vocals : Aurora Zelo @StudioRumahBeta

Mixing & Mastering : Pradea Aldi @AUDEA Studio

ZOAR – Budaya Pela Gandong

Di tengah dunia yang terus bergerak dan perbedaan yang semakin mudah menjadi sekat, sebuah pesan lama dari tanah Maluku kembali menemukan ruang untuk didengar. Budaya Pela Gandong sebuah lagu terbaru dari ZOAR yang diciptakan oleh Gideon Watutamata, mengangkat kembali makna persaudaraan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku.

Bukan sekedar lagu tentang tradisi, Budaya Pela Gandong berbicara tentang bagaimana manusia memilih untuk saling merasakan, menjaga, dan berdiri bersama meski berasal dari latar belakang yang berbeda.

Pela Gandong sendiri merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Maluku yang merekatkan hubungan persaudaraan antar komunitas. Pela merujuk pada ikatan persahabatan atau persekutuan, sementara Gandong berarti saudara yang berasal dari rahim yang sama. NIlai tersebut kemudian dirangkum dalam ungkapan yang begitu kuat dan dikenal luas dalam semangat Pela Gandong: “Potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa.”

Lagu ini menjadi pertemuan antara musik, identitas, dan pesan. Sebuah karya yang berangkat dari Maluku untuk memperkenalkan ceritanya kepada pendengar yang lebih luas. 

Dengarkan Budaya Pela Gandong dari ZOAR di seluruh digital streaming platform kesayangan kalian.

ZOAR – Budaya Pela Gandong

 

Song Credits:

Artist : Gideon Watutamata, Semmy Heumasse, Richard Malaihollo, Samuel 

   Litamahuputty

Author : Gideon Watutamata

Composer : Gideon Watutamata

Producer : Igor Leonard Sopamena

Executive Producer : Gideon Watutamata

Arranger : Igor Leonard Sopamena

Mixing & Mastering : Clifford Peimahul

Director/Script Writer : Marieonie Serhalawan

Studio Recording : Studio Digital Creative 88

Guitarist : Bung Uty Anthony

Chairis Yoga – On This Special Day

Momen pernikahan bukan hanya tentang bersatunya dua hati, namun juga tentang babak baru dalam hubungan seorang ayah dan anak, terkhusus putrinya. Merayakan momen emosional ini, Chairis Yoga merilis sebuah single terbaru bertajuk On This Special Day yang dirilis bertepatan dengan hari pernikahan sang putri. 

Lirik lagu ini menggambarkan perjalanan waktu yang terasa begitu cepat, mulai dari kenangan menggendong sang buah hati untuk pertama kalinya hingga momen berjalan beriringan menuju pelaminan. Melalui baris-baris lirik yang jujur, lagu ini menangkap perspektif seorang ayah yang mengakui ketidaksempurnaannya namun tetap memberikan cinta yang tulus. 

On This Special Day menjadi sebuah refleksi mendalam tentang pertumbuhan dan keikhlasan. Liriknya menyoroti transisi dari langkah-langkah kecil di lantai rumah hingga langkah mantap sang putri untuk mengejar impian hidupnya. 

Lagu ini sengaja dirilis bertepatan dengan hari pernikahan sang putri sebagai bentuk hadiah yang abadi. Dengan melodi yang menyentuh dan lirik yang sangat bermakna, lagu ini diharapkan dapat mewakili perasaan banyak ayah di luar sana yang merasakan campuran rasa sedih dan bahagia saat mengantar putrinya ke pelaminan.

On This Special Day  sudah dapat didengarkan pada seluruh digital streaming platform kesayangan kalian. Biarlah lagu ini menjadi saksi bisu dari janji dan kasih sayang seorang ayah yang takkan pernah pudar, meski sang putri kini telah menempuh jalan hidup baru dengan pria pilihannya sendiri.

CHAIRIS YOGA – ON THIS SPECIAL DAY

 

Song Credits: 

Song & Lyrics : Chairis Yoga

Arrangement & Music : Asti Fajirani

Sound Engineer : Nic Edwin

Mixing & Mastering : Attar Nasution

Recording Studio : Music Republicain

Cover Design : Dewinta Aprilia Dwiwarda

Producer : Chairis Yoga

Dasilfa – You

Setiap pertemuan memiliki ceritanya tersendiri. Ada yang berlalu begitu saja, ada pula yang meninggalkan kesan hingga membuat seseorang berharap agar momen tersebut tak pernah berakhir. Rasa tersebut terekam manis dalam lagu terbaru dari Dasilfa yang diberi tajuk You. Dalam lagu ini, Dasilfa mengangkat kisah tentang sebuah pertemuan sederhana yang perlahan tumbuh menjadi rasa, harapan, dan keinginan untuk tetap bersama.

Cerita dalam lagu ini bermula dari sebuah momen yang sangat sederhana: 

pertemuan pertama – segelas minuman – sebuah senyuman – malam yang terasa panjang karena dihabiskan bersama.

Namun, dari momen kecil tersebut, lahir sebuah perasaan yang jauh lebih besar. Sosok yang dijumpai bukan lagi seseorang yang hadir dalam sebuah malam, melainkan seseorang yang ingin terus ada di sisi. 

Melalui You, Dasilfa menghadirkan sebuah cerita tentang bagaimana cinta terkadang berawal dari hal yang paling sederhana. Sebuah pertemuan  yang tak direncanakan dapat menghadirkan seseorang yang kemudian terasa begitu istimewa. Dan ketika seseorang telah menjadi bagian dari harapan, yang tersisa hanyalah satu keinginan, yaitu semoga ia memilih untuk tetap tinggal. 

Dengarkan You karya Dasilfa, di seluruh digital streaming platform kesayangan kalian.

DASILFA – YOU

Song Credits: 

Author : Marifa Dasilfa Akbar

Producer : Muh. Ibrahim

Arranger : Muh. Ibrahim

Composer : Muh. Ibrahim

Artwork Design : Muh. Ibrahim

Vocal Director : Muh. Ibrahim

Mixing & Mastering : Heri Tasning

Palita Project – Rabu-Rabu

Rabu-Rabu bukan sekedar judul, diambil dari khazanah bahasa Melayu Ambon kata ini menggambarkan sebuah urgensi rasa yang mewakili perasaan ingin cepat-cepat berjumpa, perasaan jatuh cinta, serta perasaan suka yang tumbuh begitu cepat. 

Rabu-Rabu hadir guna merangkum rasa rindu yang tak lagi mampu berkompromi dengan waktu, serta pertemuan yang menjadi satu-satunya penawar paling hakiki.

Album “Rabu-Rabu” karya Palita Project, menawarkan berbagai genre musik yang variatif sebagai bentuk ‘bahasa’ untuk menyampaikan rasa. Palita Project percaya bahwa semakin banyak genre yang ditawarkan, semakin kaya pula cara untuk menyampaikan perasaan cinta. Dari sentuhan pop yang manis, soul romantic yang mendalam, hingga groove yang energetik, dihadirkan dalam album ini untuk mewakili setiap fase unik dalam percintaan anak muda. 

Berisikan 10 track yang dikurasi dengan apik, album ini merangkai fragmen-fragmen cinta anak muda Maluku yang jujur, hangat, dan penuh warna. 

Perjalanan Rabu-Rabu dimulai dengan “Putih Abu-Abu”, sebuah pintu gerbang menuju nostalgia masa sekolah. Menceritakan momen magis saat pandangan pertama bertemu di lorong-lorong sekolah, menyisakan tanya dan harapan akan hari esok yang lebih cerah.  Getaran itu kemudian bertransformasi menjadi keberanian dalam “Kalau Suka Bilang Jua”, sebuah ajakan untuk jujur pada perasaan sembari menikmati langkah-langkah romantis dari Nusaniwe hingga ke Tanjong Allang. 

Kedalaman komitmen dan dinamika hubungan mulai terasa pada lagu-lagu berikut, seperti “Hayo Tuheng”, sebuah sketsa jenaka tentang kekasih yang masih sungkan atau malu di hadapan orang tua, hingga memuncak pada kesucian janji dalam “Nyong Namalatu” dan “Kasih”. Di sini, cinta bukan lagi sekadar kiasan, melainkan dedikasi seputih merpati untuk saling menjaga hingga tutup usia. 

Namun, cinta juga mengenal jarak, melalui “Tunggu” dan “Paser Putih Marthafons”, kita dibawa ke tepian pantai, menyaksikan matahari yang jatuh di tanusang sembari merajut sepi. Di titik nadir penantian inilah, gejolak itu muncul kembali melalui lagu utama, “Rabu-Rabu”. Ia menangkap esensi dari kerinduan yang mendadak menggebu, sebuah desakan jiwa untuk segera memeluk erat dan membuang jauh rasa sunyi. 

Kegembiraan pertemuan itu kemudian meledak dalam kemeriahan tradisi “Sabantar Pesta!”. Di bawah pendar lampu, dentum musik dan derap langkah dansa jojaro serta mongare merayakan kemenangan atas rindu hingga fajar menyingsing. 

Ditutup dengan musik yang energi dengan lirik puitis, yaitu “Pasti Bale”. Melalui lagu ini, kita diingatkan bahwa sejauh apapun laut memisahkan, rindu akan selalu menemukan jalan pulangnya. 

“Rabu-Rabu” adalah sebuah perayaan atas pertemuan, sebuah penghormatan bagi mereka yang sedang dilanda rindu, dan sebuah surat cinta untuk tanah Ambon yang manis. Album ini mengundang pendengar untuk merasakan kembali betapa indahnya mencintai dengan segenap jiwa yang membara.

Dengarkan album Rabu-Rabu karya Palita Project di seluruh digital streaming platform kesayangan kalian. 

—

RABU-RABU – PALITA PROJECT

Track List:

  1. Putih Abu-Abu
  2. Kalau Suka Bilang Jua
  3. Hayo Tuheng
  4. Nyong Namalatu
  5. Kasih
  6. Tunggu
  7. Paser Putih Marthafons
  8. Rabu-Rabu
  9. Sabantar Pesta!
  10. Pasti Bale

Henry C. Tanijaya – Devotion

Di tengah kehidupan yang terus berjalan, terkadang kita membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak. Ruang untuk menarik nafas, menenangkan pikiran, dan kembali mengarahkan hati kepada Tuhan. 

Kerinduan untuk menghadirkan ruang tersebut menjadi awal terlahirnya Devotion, album terbaru dari Henry C. Tanijaya. Album ini hadir sebagai sebuah karya instrumental yang mengajak para pendengar menikmati momen yang lebih tenang di tengah kesibukan sekaligus menyediakan ruang personal untuk berdoa, merenung, dan mengingat kembali kebaikan Tuhan. 

Melalui album ini, Henry membiarkan melodi dan suasana berbicara dengan caranya sendiri. Setiap alunan disusun secara sederhana, lembut, dan atmosferik, menciptakan suasana yang dapat menemani berbagai momen refleksi pribadi.

Album ini dapat dinikmati sebagai teman saat teduh, ketika sedang berdoa, membaca Alkitab, ataupun ketika seseorang hanya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah menjalani hari yang panjang.

Henry berharap, album Devotion dapat menjadi teman bagi siapapun yang sedang mencari ketenangan, membutuhkan waktu untuk berefleksi, atau ingin kembali mengingat bahwa mereka tak menjalani setiap musim kehidupan seorang diri. Sebab dalam keadaan apapun, Tuhan tetap hadir, kasih-Nya tetap ada, dan Dia tak pernah meninggalkan kita. 

Album Devotion karya Henry C. Tanijaya sudah dapat didengarkan pada seluruh digital streaming platform kesayangan kalian.

—

DEVOTION – HENRY C. TANJIYA

Track List: 

  1. Intro
  2. Manis Kau Dengar
  3. Aku Mengasihi Engkau Yesus
  4. MenyenangkanMu
  5. I Need Thee
  6. It Is Well
  7. Wonderful Day
  8. KumengasihiMu

Credits:

Music Arrangement, Mixing, Mastering : Henry C. Tanijaya

Cover Art Designer : Renata Iswanda

Nada Latuharhary – Satu Bintang

Dalam hidup, ada momen-momen sederhana yang terasa begitu istimewa ketika dilewati bersama orang tersayang. Duduk bersama di bawah langit malam, menikmati suasana yang tenang, berbagi cerita, atau sekedar menikmati kehadiran satu sama lain. Momen yang tampaknya sederhana, tetapi justru menjadi kenangan yang ingin terus disimpan. 

Perasaan tersebut terangkum manis dalam Satu Bintang, karya terbaru dari Nada Latuharhary. Lagu ini mengajak para pendengar untuk masuk ke dalam sebuah suasana malam yang hangat, tenang, dan penuh kasih. Rasa nyaman dan aman ketika berada di dekat orang yang disayanginya. 

Dibalut dalam bahasa Ambon, lagu ini bercerita tentang sebuah kebersamaan yang begitu berarti. Di tengah indahnya malam, hadir perasaan cinta dan rasa syukur karena dapat menikmati waktu bersama seseorang yang istimewa. Namun, dibalik kehangatan tersebut, terselip pula rasa takut kehilangan. Ada keinginan agar waktu berhenti sejenak, sehingga momen yang sedang dinikmati tidak harus segera berakhir. 

Satu Bintang tak hanya dapat dimaknai sebagai kisah romantis antara sepasang kekasih. Lagu ini memiliki makna yang lebih universal, sebuah representasi perasaan kepada siapapun yang memiliki tempat istimewa dalam hidup, baik pasangan, keluarga, sahabat, maupun orang terdekat yang kehadirannya memberikan rasa nyaman.

Melalui Satu Bintang, Nada Latuharhary menghadirkan sebuah lagu yang sederhana namun dekat dengan pengalaman banyak orang, yaitu mencintai atau menyayangi seseorang, menikmati kebersamaan dengannya, dan berharap waktu tak berjalan terlalu cepat. 

Dengarkan Satu Bintang karya Nada Latuharhary di seluruh digital streaming platform kesayangan kalian.

—

SATU BINTANG – NADA LATUHARHARY

Song Credits: 

Author : Maxy Makailipessy

Composer : Arles Tita

Arranger : Arles Tita

Producer : Nada Latuharhary

Mixing & Mastering : Arles Tita

Ivan Nestorman – UMA NUSANTARA

Indonesia merupakan rumah bagi begitu banyak cerita. Dari keindahan alam yang berbeda-beda, tradisi yang diwariskan lintas generasi, hingga identitas masyarakat yang tumbuh dari tanah tempat mereka berpijak. Keberagaman itulah yang menjadi nafas dalam album terbaru Ivan Nestorman, bertajuk UMA NUSANTARA.

Bagi Ivan Nestorman, perjalanan mengenal Indonesia tak hanya dapat dilakukan dengan melihat peta, tetapi juga dengan mendengarkan suara yang lahir dari setiap tanahnya. Melalui musik, berbagai lanskap dan kebudayaan Nusantara hadir dalam bentuk yang lebih dekat dan personal. 

UMA NUSANTARA menghadirkan tujuh lagu yang membawa pendengar berkelana dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia.

Perjalanan dimulai dari Wae Rebo, membawa pendengar menuju salah satu budaya yang lekat dengan Flores. Kemudian berlanjut ke Alor Memanggil dan Sumba My Island, dua lagu yang membawa warna Nusa Tenggara ke dalam perjalanan album.

Eksplorasi kemudian bergerak menuju wilayah lain melalui Tana Sagu, yang menghadirkan gambaran tentang tanah dan kehidupan yang begitu dekat dengan sagu. Perjalanan berlanjut ke Jawa Barat melalui Baduy Suatu Pagi, sebelum mencapai Bunda Nusantara, sebuah lagu yang dapat dibaca sebagai ruang untuk memandang Indonesia secara lebih utuh, sebagai rumah yang menaungi begitu banyak perbedaan. 

Album ini kemudian ditutup dengan Rumah Gadang, membawa pendengar menuju Sumatera Barat sekaligus menghadirkan simbol tentang rumah, identitas, dan kebersamaan. 

Tujuh lagu yang dirangkum menjadi satu album ini memperlihatkan bahwa Nusantara tak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan cerita yang tumbuh di dalamnya. Ada tanah, rumah, masyarakat, tradisi, serta cara setiap daerah mempertahankan identitasnya di tengah perubahan zaman. 

Bagi Ivan Nestorman, album UMA NUSANTARA ini adalah sebuah media untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia dengan caranya sendiri, serta menjadi sebuah ajakan untuk kembali melihat Indonesia dari berbagai sisinya. 

Dari barat hingga timur, setiap tempat memiliki suara, cerita, dan keunikannya sendiri. Dan ketika semua suara itu bertemu, lahirlah sebuah rumah besar bernama Nusantara. 

Album UMA NUSANTARA karya Ivan Nestorman sudah dapat didengarkan pada seluruh digital streaming platform kesayangan kalian. 

—

UMA NUSANTARA – IVAN NESTORMAN

Song Credits: 

Author : Ivan Nestorman

Producer : UMA NUSANTARA

Arranger : Ivan Nestorman

Composer : Ivan Nestorman

Design Artwork : Ando Okilaga

Pengarah Vocal : Ivan Nestorman

Mixing & Mastering : Benito Siahaan

PRESS RELEASE : “Tiga Belas Musim”

JAKARTA, Juni 2026 – Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, ada ruang-ruang tenang yang hanya

bisa dibangun oleh waktu dan kesetiaan. Menandai momen berharga ulang tahun pernikahan yang ke-
13, Panji Dewantoro Project resmi merilis sebuah karya musik yang sangat personal berjudul “Tiga Belas

Musim”. Lagu ini diciptakan khusus oleh Panji Dewantoro sebagai dedikasi mendalam dan kado cinta
yang tulus untuk sang istri.
Melalui untaian lirik yang sederhana namun jujur, “Tiga Belas Musim” menangkap esensi dari sebuah
perjalanan domestik yang matang. Judul lagu ini menjadi simbol dari dinamika, pasang surut, serta
keindahan komitmen yang telah diukir bersama selama lebih dari satu dekade.
Sisi emosional lagu langsung terasa sejak bait pertama dibuka:
“Waktu tak pernah menunggu / Tapi kita terus bertumbuh”
Penggalan tersebut menggambarkan bahwa meski waktu terus bergulir, kedewasaan cinta justru
semakin mengakar kuat. Puncaknya, lagu ini menegaskan arti kehadiran sang istri bukan hanya sebagai
pendamping, melainkan sebagai rumah tempat kembali:
“Dinda, tiga belas musim bersama / Mengukir cerita-cerita sederhana / Saat hari berjalan begitu
panjang / Aku tahu ke mana harus pulang”
Secara aransemen, “Tiga Belas Musim” dikemas dalam balutan genre bossa nova jazz yang kental
dengan nuansa intim dan hangat. Sentuhan ritme yang tenang namun mengalun sengaja dirancang agar
pendengar dapat merasakan ketulusan dari setiap baitnya. Lagu ini merayakan kesederhanaan hidup
yang justru menjadi fondasi paling kokoh dalam sebuah hubungan.
Melalui rilisnya lagu ini, Panji Dewantoro Project berharap “Tiga Belas Musim” tidak hanya menjadi
catatan harian bagi sepasang kekasih, tetapi juga mampu menjadi lagu tema (soundtrack) bagi siapa
saja yang sedang merayakan komitmen, rasa syukur, dan indahnya menemukan tempat “pulang” yang
sejati.

AUDIO & PRODUCTION CREDITS
Judul Lagu: Tiga Belas Musim
Artis: Panji Dewantoro Project
Lirik & Komposer: Panji Dewantoro
Genre: Bossa Nova Jazz
Tanggal Rilis: 16 Juni 2026

LIRIK LAGU
“Tiga Belas Musim”
Song & Lyric by Panji Dewantoro

Waktu tak pernah menunggu
Tapi kita terus bertumbuh

Dinda, tiga belas musim bersama
Mengukir cerita-cerita sederhana
Saat hari berjalan begitu panjang
Aku tahu ke mana harus pulang

Matthew Sayersz & Marclesia Karim

Matthew Sayersz & Marclesia Karim kembali merilis karya terbaru dalam debut Album Ep bertajuk “Dua Senada” yang berisi 5 buah lagu dengan nuansa & genre Pop/R&B 80s & 90s. Lagu-lagu yang diciptakan Oleh Matthew Sayersz masih seputar kisah cinta yang mereka alami seperti tema lagu single perdana mereka yang berjudul “Seminggu”. Karya album debut ini merupakan hasil kolaborasi yang mereka kerjakan berdua mulai dari proses pembuatan aransemen musik, aransemen vocal, mixing mastering, serta album artwork. Album ini adalah langkah awal dan semangat untuk merilis karya lagu atau karya album di masa-masa mendatang. Matthew & Marclesia berharap album ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan penikmat musik di Indonesia. 

YOUR SHOPPING CART

title_goes_here