Siapa yang pernah mendengar nama “Noin Bullet” ? Pastinya banyak nih yang tau grup band ska yang terkenal di tahun 90-an. Noin Bullet merupakan grup band ska asal Bandung yang terbentuk di tahun 1996. Grup band ini beranggotakan Hadi pada vokal, Tyo pada gitar, Oson pada bass, Dani pada drum, Onedee dan Randy pada trumpet serta Apink pada Saxophone. Band ini terbentuk berawal dari kebiasaan para anggota untuk berkumpul bermain musik bersama dan semakin sering dilakukan mereka merasa cocok satu dengan yang lain, akhirnya terbentuklah band ini. Noin Bullet menawarkan bentuk ska generasi ketiga dimana instrumen tiup (Trumpet & Saxophone) digunakan sebagai pengganti keyboard.
Rootbeer Semarang: Magnet Cinta
Jatuh cinta dan menyatakan cinta merupakan dua hal yang berbeda. Jatuh cinta memang hal yang begitu indah, namun menyatakan cinta bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut sulit untuk dilakukan, karena pastinya ada saja hal yang dipikirkan terkait dengan respon yang ditunjukkan setelah menyatakan cinta. Walaupun diperlukan keberanian yang tinggi, setidaknya kita akan mendapatkan kejelasan dari hubungan yang sedang dijalani.
Rootbeer Semarang: Magnet Cinta
Magnet adalah benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda lain yang ada di sekitarnya. Ternyata manusia pun dapat menjadi sebuah magnet. Magnet yang dimaksud adalah Magnet Cinta. Hal ini diartikan sebagai seseorang membuat dirinya terlihat lebih menarik di depan lawan jenis dan membuat orang tersebut tertarik sehingga muncul rasa jatuh cinta.
Rinjano: Cintai Dirimu (Senja)
Rinjano adalah sebuah grup musik asal Surabaya yang dibentuk pada tahun 2007. Rinjano yang sebelumnya dikenal dengan nama PitStop, saat ini beranggotakan 2 personil saja yakni Andi (Vocal) dan Endra (Gitar). Berawal dari hobi dan kecintaan terhadap musik, akhirnya Rinjano mengeluarkan single perdana bertajuk Simfoni Mimpi. Lagu-lagu Rinjano bertemakan tentang cinta dan harapan serta dikemas melalui genre pop akustik dengan sentuhan piano dan strings.
Rootbeer Semarang: Jauh Tapi Cinta
Rootbeer-Jauh Tapi Cinta
Jatuh cinta bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, salah satunya yaitu pada saat kuliah. Masa kuliah adalah waktu yang paling tepat untuk menjalin suatu hubungan, karena pikiran kita sudah lebih dewasa di masa-masa ini dan cara pandang tentang suatu hubungan juga sudah berbeda. Walaupun saat berkuliah banyak tugas dan kesibukan, tidak ada salahnya untuk menikmati masa ini dengan mencintai seseorang.
Joy Imanuel: If Love
Bagi seseorang yang sedang menjalin suatu hubungan atau sedang dalam fase jatuh cinta, pastinya pernah terlintas dalam pikiran “apakah dia benar-benar sayang sama kita ? jika memang ia sayang atau cinta sama kita, kenapa ia harus melakukan hal seperti itu ?” Pemikiran tersebut terlintas dengan alasan, orang yang kita sayangi melakukan suatu hal diluar ekspektasi yang kita taruh pada mereka.
Chairis Yoga: Everyday Is Valentine
“Valentine’s Day” merupakan hari dimana sepasang kekasih saling memberikan hadiah sebagai tanda kasih sayang mereka terhadap satu sama lain. Dirayakan setiap 1 tahun sekali pada tanggal 14 Februari.
Wanda Omar: Serius Tapi Santai
Pastinya kita sebagai pengejar karir, berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai suatu tujuan yang memuaskan. Tetapi terkadang kita lupa untuk memikirkan diri sendiri karena terlalu serius dalam mencapai tujuan tersebut. Bassist sekaligus penyanyi wanita terbaik Wanda Omar, kembali mengeluarkan single yang berjudul Serius Tapi Santai yang relate dengan para pengejar karir.
Roadroots: Pernah Bersama
Road Roots merupakan grup band asal Batam yang terbentuk pada tahun 2017. Grup band ini menghadirkan lagu-lagu dengan genre Pop, R&B, Jazz dan Funk. Road Roots beranggotakan Bayu Bagus pada vokal, Erio Hutomo pada gitar, Alifardo pada bass, Raja Rian pada keyboard dan Bagus pada drum.
Road Roots telah mengeluarkan beberapa single antara lain “Salah” (2019), “Dirumah Saja” (2020), “Biar Sudah” (2020) dan “Cinta Takkan Salah” (2021).
Chairis Yoga: The Better Days
Lagu “The Better Days” ini adalah lagu pertama yang berhasil dirampungkan setelah bertahun-tahun mencoba dan tidak pernah tuntas menyelesaikan sebuah komposisi. Saat wabah Corona mulai di pertengahan Maret 2020, manusia di seluruh dunia seakan tidak percaya bahwa akan menghadapi sebuah pandemi global. Semua hidup dalam ketakutan dan ketidak pastian, termasuk apa yang dihadapi Chairis juga pada saat itu. Tidak bisa ke luar rumah, pekerjaan terimbas, kecemasan demi kecemasan terus melanda pikiran. Chairis terus berupaya keras untuk selalu berpikir positif dan mencari kegiatan yang bisa membuat dirinya “Happy”. Salah satunya adalah fokus dalam impiannya untuk mencipta lagu. Pada akhir Maret 2022 terciptalah lagu “The Better Days” dengan harapan, bisa dia dengarkan saat dia perlu untuk memotivasi diri, dan juga bisa memotivasi orang-orang di sekitarnya.
Harapan terbesar saat itu pastinya pandemi segera berakhir.









