Ketha Bona merupakan kelompok musik etnik yang memadukan kekuatan ritme perkusi dengan keindahan melodi suling. Karya-karyanya menghadirkan warna harmoni yang berakar pada kekayaan tradisi. Nama ‘Ketha Bona’ terinspirasi dari lagu tradisional Afrika Barat, sebuah nyanyian dari bahasa Ewe yang diterjemahkan ke dalam bahasa Zulu (Afrika Selatan) dengan pesan moral yang kuat, yaitu pilih mereka, terimalah mereka apa adanya.
Di tahun 2026 ini, Ketha Bona merilis sebuah single yang diberi tajuk “Ketha Bona”. Lagu ini mengajarkan tentang penerimaan tanpa syarat, bahwa setiap manusia layak untuk dihargai, tanpa adanya diskriminasi, tanpa dipilah berdasarkan rupa, status, ketimpangan fisik, atau atribut sosial apa pun. Pesan inilah yang menjadi dasar bagi Ketha Bona memilih namanya, sebuah pengingat bahwa musik adalah ruang terbuka bagi siapa saja, dan bahwa ritme adalah bahasa yang menyatukan.
Dalam setiap penampilannya, Ketha Bona menghadirkan dialog antara perkusi yang menggugah dan suling yang menenangkan. Musik Ketha Bona menjadi undangan untuk merasakan kebersamaan, untuk menyadari bahwa harmoni lahir ketika setiap suara diberi tempat.
Dengan semangat Bringing Rhythm and Tradition into Harmony, Ketha Bona mengajak para pendengarnya untuk merayakan keberagaman bunyi, merangkul manusia apa adanya, serta menghadirkan musik etnik yang hidup dalam irama kebersamaan.
Dengarkan “Ketha Bona” di seluruh digital streaming platform kesayangan kalian!
“KETHA BONA” SONG CREDITS:
Performed by Ketha Bona
Composed by Jeremy Trilaksono Siahaan
Arranged by Ketha Bona (Jeremy Trilaksono Siahaan, Yonatan Gilberth Mamangkey, Lamganda Januardo Saragih)
Author: Tradisional Ewe
Translated to Zulu by Jeremy Trilaksono Siahaan
Produced by Grace Foeh

