Jakarta — RUMAH TUA resmi merilis album perdana mereka yang berjudul “Merayakan Hari Akhir”. Album ini memuat delapan lagu dengan narasi yang dirangkai secara berurutan. Album ini menyajikan perjalanan emosional yang dimulai dari fase kelahiran, melewati resahnya kehidupan, hingga mencapai pernyataan tegas tentang arti perlawanan. Rilisan ini memperlihatkan bagaimana band tersebut mengolah pengalaman sehari-hari menjadi cerita musikal yang padat dan terstruktur.
Album dibuka dengan “Kata Pengantar”, sebuah nomor yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju keseluruhan cerita. Lagu ini memperkenalkan suasana awal: ruang kelahiran yang tidak steril, dipenuhi keributan batin serta pencarian arah.
Dari sana, trek “Perjamuan” memperluas tema dengan menghadirkan gagasan rumah pertemuan—sebuah tempat simbolis di mana siapa pun dapat datang, duduk, dan mengambil bagian dalam perjalanan. Lagu ini menjadi konteks bagi ide jamuan: ruang untuk berbagi, mendengar, dan menata ulang energi sebelum melangkah lebih jauh.
Memasuki bagian tengah album, lagu-lagu seperti “Korban”, “Lara Membara”, dan “Satu Api” mulai mengerucutkan konflik yang dihadapi. Ketiganya menyoroti ketegangan antara kerentanan dan ketegasan, antara menerima luka dan memilih untuk tetap bergerak. Melalui pendekatan Rock & Soul yang mereka usung, album ini menghadirkan suasana emosional yang terus meningkat.
Ketegangan itu kemudian berlanjut dalam “Setapak Kematian” dan “Tanya Tanda?”, dua trek yang menantang pendengar untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang arah hidup dan batas keberanian. Kedua lagu ini berperan sebagai titik refleksi, memperlambat langkah untuk melihat kembali apa saja yang telah dibawa sepanjang perjalanan album.
Sebagai penutup, “krsst” menjadi klimaks yang menegaskan pesan utama album: kekalahan bukanlah akhir, melainkan awalan baru yang bahkan bisa dimulai oleh siapa saja. Lagu ini merumuskan ulang gagasan kalah sebagai bagian dari ambisi, sebagai kondisi yang justru menyalakan kembali dorongan untuk melawan. Penutup tersebut memberikan kesan bahwa perlawanan tidak berhenti pada satu suara saja, tetapi dapat diteruskan oleh siapa pun yang mendengarkan.
Bersama kita “Merayakan Hari Akhir” di seluruh platform digital yang telah tersedia. Mari jadikan ini sebagai momen perayaan untuk siapa pun yang mau melawan.
Instagram: @_rumahtua
TikTok: _rumahtua
Youtube: @rumahtuaofficial
Email: rumahtuaofficial17@gmail.com
Phone/WA: +62 838-7339-0083 (Gunadi)










