Skip to Content

Category Archives: Press Release

Mutia Ayu – Like an Angel

Kehadiran seseorang yang tepat untuk mendampingi ketika mengisi hari-hari adalah hal yang patut untuk disyukuri. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur tersebut, salah satunya yaitu menuangkannya ke dalam sebuah lantunan lagu. Hal ini dilakukan oleh Mutia Ayu dalam single terbarunya bertajuk “Like an Angel”.

Lagu “Like an Angel” bercerita tentang sebuah ungkapan syukur atas kehadiran seseorang untuk menemani perjalanan hidupnya. Ibaratkan malaikat yang selalu ada di sekeliling kita untuk menjaga setiap langkah yang kita hadapi. 

Tak ada… ragu di hatiku

Kau kekasihku, cinta terbaikku

Tak tahu bagaimana aku tanpamu

Kamu untukku like an Angel

Mutia Ayu – Like an Angel

Melalui “Like an Angel” Mutia Ayu berharap para pendengar dapat merasakan hal yang dirasakannya. Dan Mutia Ayu juga berharap agar para pendengar dapat menemukan cinta sejati bagaikan malaikat yang selalu menjaga serta melindungi. 

Dengarkan “Like an Angel” pada seluruh digital streaming platform kesayangan kalian!

“LIKE AN ANGEL” SONG CREDITS 

Composed by Pradea Aldi

Produced by Pradea Aldi

Background Vocals by Aurora Zelo, Mutia Ayu

Vocal Directed by Pradea Aldi, Aurora Zelo

Recorded at Glenn Fredly Home Studio

 

“LIKE AN ANGEL” LYRICS

Tak aku duga

Kau hadir disaat aku merasa

Rindukan cinta yang s’lama ini hilang dari hatiku

Untuk sekian lama

 

Kau… seakan tahu apa yang kuharapkan

Yang kubutuhkan

Jadi peneman saat ku berjalan

 

Denganmu… telah ku putuskan

Sluruh hidupku telah ku serahkan

Bersama kita rajut kebahagian

Menaklukan rintangan

 

Tak ada… ragu di hatiku

Kau kekasihku, cinta terbaikku

Tak tahu bagaimana aku tanpamu

Kamu untukku like an Angel

 

 

Paul Latumahina – Hilang Rasa

Berpisah dari orang yang selama ini menemani hari-hari sungguh menyakitkan. Sekian lama melakukan kegiatan bersama, namun perpisahan harus dihadapi sehingga segala yang telah dilakukan bersama harus hilang dan dilakukan sendiri. Lama sendiri, tak ada yang menemani sehingga rasa untuk mencintai perlahan menghilang. Karya indah dari Paul Latumahina bertajuk “Hilang Rasa” menjelaskan tentang hal tersebut.

“Hilang Rasa” merupakan karya terbaru yang dirilis oleh Paul Latumahina dengan nuansa slow dengan tujuan para pendengar dapat menikmati setiap penggalan lirik yang disajikan olehnya. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang telah berpisah dari kekasihnya, sehingga menjalani hari-hari sendiri cukuplah berat dan terasa seperti hilang rasa karena tak ada yang menemani. Namun disaat merasakan hal tersebut, dirinya memaksakan diri untuk mengingat kembali kenangan saat bersama dengan sang kekasih. 

Saat aku hilang rasaku

Kusentuh kenanganmu…

Hati yang beku jadi punya rasa

Saat ku mengenangmu…

Paul Latumahina – Hilang Rasa

Lirik indah yang ditulis oleh Paul Latumahina menggunakan kata-kata yang sangat mudah untuk dipahami para pendengar, sehingga diharapkan “Hilang Rasa” dapat diterima baik di telinga para pecinta musik Indonesia.

Melalui “Hilang Rasa”, Paul Latumahina berharap seluruh karya-karyanya dapat diterima baik oleh para pecinta musik tanah air bahkan dunia. Dan semoga para pendengar yang mungkin saat ini sedang merasakan hilang rasa dapat segera menemukan rasa yang seutuhnya, melalui cinta yang sebenarnya. Dengarkan “Hilang Rasa’ pada seluruh digital streaming platform kesayangan kalian!

“HILANG RASA” SONG CREDITS

Composed by Paul Latumahina

Produced and Arranged by Andre Dinuth

Percussion : Georgie Tanasale

Mixed and mastered by Rayendra Sunito

Backing vocals: Inri Milasi, Eugenia Anggoman, Ethelita

 

“HILANG RASA” LYRICS

Saat aku 

Hilang rasaku

Kusentuh kenanganmu…

 

Hati yang beku 

Jadi punya rasa

Saat ku mengenangmu…

 

Membuatku hidup lagi 

Punya rasa lagi

Semua yang tentang kamu 

Begitu terasa…

 

Terlalu indah untuk kau dilupakan 

Meskipun terlarang untuk menginginkanmu

Terlalu indah untuk kau dihilangkan 

Dari ingatan ku

Meskipun itu

Terlarang

 

Bridge: 

Terlihat hebat padahal ku gak kuat 

Tuhan bantu aku tuk bisa lupa 

Walau hati ini masih berharap 

Bertemu dalam pelukan alam mimpi

 

 

 

Ermukim Squad – Musamus

Ermukim Squad merupakan grup Hip-Hop Rap asal Merauke yang tak jarang tampil dalam beberapa showcase dan gigs lokal Merauke, serta beberapa kompetisi lokal. 

Berbicara soal kompetisi, Ermukim Squad juga merupakan salah satu peserta dari kompetisi, seleksi dan kurasi program kegiatan Quick Win Inkubasi Kreatif di Merauke yang dilaksanakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Ermukim Party, yaitu “Rap & Dance Competition Hip-Hop”. Produk kreatif Rap dan Dance yang sudah terseleksi dan terkurasi oleh Thia Samsudin, Epo D’Fenomeno, dan Pythos Harris yang bertugas sebagai kurator, diberikan kesempatan untuk dibuatkan video klip dan didistribusikan oleh Musik Bagus. Dari begitu banyaknya antusias dari para pelaku seni Papua, Ermukim Squad bersama dengan beberapa grup lainnya terpilih untuk mendapatkan kesempatan berharga tersebut.

Program kegiatan Inkubasi Kreatif di Merauke, Papua Selatan ini merupakan program pendampingan penciptaan hingga pemanfaatan Kekayaan Budaya dan Talenta Indonesia untuk menjadikan Ekonomi Kreatif sebagai New Engine of Growth yang inklusif, kompetitif dan keberlanjutan terutama di Merauke, Papua Selatan.

“Musamus” menjadi salah satu karya dari Ermukim Squad yang terpilih untuk dibuatkan video klip serta dipublikasikan dalam Digital Streaming Platform dengan tujuan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. 

Musamus merupakan sebuah mahakarya alam yang hanya dapat ditemukan di Merauke. Musamus atau rumah semut bukanlah sarang yang dibuat oleh semut namun tepatnya dari hewan sejenis rayap Macrotermes sp.. Musamus memberikan filosofi bermakna bagi masyarakat Merauke. Seperti halnya rayap-rayap Merauke, mereka bekerja dengan ulet tanpa banyak bicara, sehingga hasilnya pun terlihat dari sebuah istana musamus yang menjulang tinggi ke langit dengan begitu megahnya. 

‘Tak perlu banyak bicara, tak perlu tunjukkan apa yang dikerjakan, biarkan orang lain yang melihat hasil karya secara nyata.’ 

Ermukim Squad berharap melalui video klip dan lagu “Musamus”, para pecinta musik Hip-Hop Rap semakin bertambah banyak di Indonesia, dan agar nama Ermukim Squad dapat lebih dikenal di telinga masyarakat Indonesia bahkan dunia melalui karya-karyanya.

Ermukim Squad mengucapkan terima kasih kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Bapak Teuku Riefky Harsya beserta dengan jajarannya, Ermukim Party atas kolaborasinya dengan Inkubasi Kreatif, para kurator Thia Samsudin, Epo D’Fenomeno, dan Pythos Harris yang memberikan masukan untuk karya-karya baik kedepannya, serta Musik Bagus yang memproduksi video klip serta mendistribusikan karya ini ke seluruh Digital Streaming Platform.

“Musamus” Ermukim Squad Credits

Ermukim Squad’s Producer: Crista Sandhy

Ermukim Squad’s Mentor: Kian MC, Marten Dengga, Yoel Bitticaca

Written & Composed by Hamzah Yusuf Bugis, Laurensius Erikson Hekopung, Lukas Elias Waturu, Yoedha Anggy Buana, Yohanes Wilibrordus Selitubun

Produced & Arranged by Lukas Elias Waturu

Mixed & Mastered by Lukas Elias Waturu

Recorded at Ermukim Studio Record 

Lyric Directed by Ermukim Squad

Cover Artwork by Safta Gunadi

Blood 4 Life – Proses

Blood 4 Life merupakan grup Hip-Hop Rap asal Merauke yang beranggotakan Nyongker, Andre Zwinkei, dan Etrodia. Berkarya di industri musik, Blood 4 Life tak jarang tampil dalam beberapa showcase dan gigs lokal Merauke, serta beberapa kompetisi lokal. 

Berbicara kompetisi, Blood 4 Life juga merupakan salah satu peserta dari kompetisi, seleksi dan kurasi program kegiatan Quick Win Inkubasi Kreatif di Merauke yang dilaksanakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Ermukim Party, yaitu “Rap & Dance Competition Hip-Hop”. Produk kreatif Rap dan Dance yang sudah terseleksi dan terkurasi oleh Thia Samsudin, Epo D’Fenomeno, dan Pythos Harris yang bertugas sebagai kurator, diberikan kesempatan untuk dibuatkan video klip dan didistribusikan oleh Musik Bagus. Dari begitu banyaknya antusias dari para pelaku seni Papua, Blood 4 Life bersama dengan beberapa grup lainnya terpilih untuk mendapatkan kesempatan berharga tersebut.

Program kegiatan Inkubasi Kreatif di Merauke, Papua Selatan ini merupakan program pendampingan penciptaan hingga pemanfaatan Kekayaan Budaya dan Talenta Indonesia untuk menjadikan Ekonomi Kreatif sebagai New Engine of Growth yang inklusif, kompetitif dan keberlanjutan terutama di Merauke, Papua Selatan.

“Proses” menjadi salah satu karya dari Blood 4 Life yang terpilih untuk dibuatkan video klip serta dipublikasikan dalam Digital Streaming Platform dengan tujuan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. “Proses” mengajak para pendengar untuk menikmati segala proses dalam mengejar mimpi. Sukses tak bisa dari mana saja, maka apapun yang dijalankan dan seberat apapun prosesnya tetap nikmati saja.

Blood 4 Life berharap melalui video klip dan lagu “Proses”, para pecinta musik Hip-Hop Rap semakin bertambah banyak di Indonesia, dan agar nama Blood 4 Life dapat lebih dikenal di telinga masyarakat Indonesia bahkan dunia melalui karya-karyanya.

Blood 4 Life mengucapkan terima kasih kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Bapak Teuku Riefky Harsya beserta dengan jajarannya, Ermukim Party atas kolaborasinya dengan Inkubasi Kreatif, para kurator Thia Samsudin, Epo D’Fenomeno, dan Pythos Harris yang memberikan masukan untuk karya-karya baik kedepannya, serta Musik Bagus yang memproduksi video klip serta mendistribusikan karya ini ke seluruh Digital Streaming Platform.

“Proses” Song Credits

Written and Composed by Brayn Rangkoratat, Andre Hukubun, Adrian Hukubun

Cover Artwork by Safta Gunadi

72 Crew – Hip Hop Party

72 Crew merupakan grup Rap asal Merauke yang beranggotakan Axe, Agil Fuego, dan Stevandy. Genre Hip-Hop dan Rap menjadi ciri khas dari grup musik ini. Selama berkarya di industri musik, 72 Crew tak jarang tampil di beberapa showcase dan gigs lokal Merauke, serta beberapa kompetisi lokal.

Sama seperti Elpama Prison dan Gubuk Derita, 72 Crew juga merupakan salah satu peserta dari kompetisi, seleksi dan kurasi program kegiatan Quick Win Inkubasi Kreatif di Merauke yang dilaksanakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Ermukim Party, yaitu “Rap & Dance Competition Hip-Hop”. Produk kreatif Rap dan Dance yang sudah terseleksi dan terkurasi oleh Thia Samsudin, Epo D’Fenomeno, dan Pythos Harris yang bertugas sebagai kurator, diberikan kesempatan untuk dibuatkan video klip dan didistribusikan oleh Musik Bagus. Dari begitu banyaknya antusias para pelaku seni Papua, 72 Crew terpilih untuk mendapatkan kesempatan berharga tersebut.

Program kegiatan Inkubasi Kreatif di Merauke, Papua Selatan ini merupakan program pendampingan penciptaan hingga pemanfaatan Kekayaan Budaya dan Talenta Indonesia untuk menjadikan Ekonomi Kreatif sebagai New Engine of Growth yang inklusif, kompetitif dan keinginan terutama di Merauke, Papua Selatan.

“HIP-HOP PARTY” menjadi salah satu karya dari 72 Crew yang terpilih untuk dibuatkan klip video serta dipublikasikan dalam Digital Streaming Platform dengan tujuan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. “HIP-HOP PARTY” mengajak para pendengar untuk bersama-sama ikut dalam kenikmatan pesta Hip-Hop. 

72 Crew berharap melalui video klip dan lagu “HIP-HOP PARTY”, para pecinta musik Hip-Hop Rap semakin bertambah banyak di Indonesia, dan agar nama 72 Crew dapat lebih dikenal di telinga masyarakat Indonesia bahkan dunia melalui karya-karyanya.

72 Crew mengucapkan terima kasih kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Bapak Teuku Riefky Harsya beserta jajarannya, Ermukim Party atas kolaborasinya dengan Inkubasi Kreatif, para kurator Thia Samsudin, Epo D’Fenomeno, dan Pythos Harris yang memberikan masukan untuk karya-karya baik kedepannya, serta Musik Bagus yang memproduksi video klip serta mendistribusikan karya ini ke seluruh Digital Streaming Platform.

 

[kolom kiri ozy]

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

[/kolom_kanan_ozy]

[kolom kiri ozy]

 

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

[/kolom_kanan_ozy]

Manusiawicara – Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni merupakan sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono yang dipublikasikan pada tahun 1994. Puisi ini mengandung kata-kata sederhana namun memiliki makna yang cukup dalam. 

‘Tak ada yang lebih bijak, dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu’

‘Hujan Bulan Juni’ menjadi sebuah simbol dari kerinduan seseorang terhadap orang terkasihnya namun tidak mengungkapkannya. Melambangkan kebijaksanaan untuk melangkah ke masa depan tanpa keraguan. 

Puisi yang begitu cantik ini, diubah oleh Manusiawicara ke dalam sebuah lagu yang memiliki judul sama seperti puisinya. Karya indah ini dituangkan ke dalam aransemen jazz yang dipastikan dapat membuat para pendengar terbawa dalam lantunan indah tersebut dan memahami makna dari isi lagu tersebut. 

‘Hujan Bulan Juni’ sudah dapat didengarkan pada seluruh DSP kesayangan kalian!

TENTANG MANUSIAWICARA

Manusiawicara merupakan band yang memainkan lagu bergenre Pop, Folk, dan Jazz. Berasal dari Cikini, Jakarta Pusat, band ini beranggotakan 3 personil, yaitu Ignatia Adiananta pada Vokal, Daniel Robinsar Sibuea pada Gitar dan Vokal, serta Cliff Ezra pada Terompet. Terinspirasi dengan musik pop lokal “jadoel” dan jazz ala barat, Manusiawicara berani membuat estetika tersendiri di tengah keragaman skena musik Indonesia. Dengan komposisi yang nostaljik serta ‘taste’ masa kini, membuat pendengar setia pun nyaman untuk menjadikan lagu-lagu Manusiawicara sebagai peneman hari.

SONG CREDITS: 

Lyric Written by Sapardi Djoko Damono

Produced by Manusiawicara

Mixed and Mastered by Akbar Soemitro at Soul Site Studio

Cover Artwork by Maria Aurelia

LYRICS

Manusiawicara – Hujan Bulan Juni

Verse

Tak ada yang lebih tabah

Dari Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih bijak

Dari Hujan Bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Dihapuskannya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Chorus: 

Dan tak ada yang lebih arif 

Dari Hujan Bulan Juni

Dibiarkannya tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga

Dibiarkannya tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga

 

 

Elpama Prison – This Is Squad Elpama

‘Jeruji besi tak menjadi halangan untuk terus menciptakan karya’, mungkin kata-kata ini sangat cocok diberikan kepada Elpama Prison. Elpama Prison merupakan sebuah kolektif grup rap yang anggotanya terbentuk dari warga binaan Lapas Kelas 2 Merauke, beranggotakan 10 orang yang masih menjalani masa hukuman. Tak hanya sebatas menjalani proses hukuman seperti umumnya, Elpama Prison justru mendapatkan dukungan penuh dari sang Kepala Lapas untuk menciptakan karya melalui kecintaannya terhadap musik hiphop.

Berbagai bentuk showcase, gigs dan kompetisi sudah ditaklukan oleh Elpama Prison, termasuk kompetisi dan seleksi dan kurasi program kegiatan Quick Win Inkubasi Kreatif di Merauke yang dilaksanakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif yang berkolaborasi dengan Ermukim Party, yaitu “Rap & Dance Competition Hip-Hop”. Produk kreatif rap dan dance yang sudah terseleksi dan terkurasi diberikan kesempatan untuk dibuatkan video klip dan didistribusikan oleh Musik Bagus. Dari begitu banyaknya antusias dari para pelaku seni Papua, Elpama Prison menjadi salah satu grup rap yang mendapatkan nilai tertinggi sehingga terpilih untuk mendapatkan kesempatan berharga tersebut.

Program kegiatan Inkubasi Kreatif di Merauke, Provinsi Papua Selatan ini merupakan program pendampingan penciptaan hingga pemanfaatan Kekayaan Budaya dan Talenta

Indonesia untuk menjadikan Ekonomi Kreatif sebagai New Engine of Growth yang yang inklusif, kompetitif dan berkelanjutan terutama di Merauke, Papua Selatan.

‘This Is Squad Elpama’ menjadi karya yang terpilih untuk dibuatkan video klip serta dipublikasikan dalam Digital Streaming Platform dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Melalui ‘This Is Squad Elpama’ Elpama Prison ingin menunjukkan bahwa sebagai warga binaan mereka tetap bisa berkarya dan mereka ingin menangkis stigma “sampah masyarakat”, mereka hanya salah jalan tetapi mereka tetap memiliki nilai baik dan stigma baik di masyarakat luas.

Video klip ‘This Is Squad Elpama’ dilakukan dalam area Lapas dan melibatkan para warga binaan. Tujuannya untuk menunjukkan bagaimana antusias dan kreativitas program binaan dalam lapas, sekaligus ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki arah yang jelas ketika nanti selesai menjalankan proses hukumannya.

Elpama Prison berharap melalui video klip dan lagu ‘This Is Squad Elpama’, para pecinta musik hip- hop semakin bertambah banyak di Indonesia, dan agar pesan yang ingin disampaikan oleh mereka tentang warga binaan bisa tersampaikan baik kepada masyarakat luas.

Elpama Prison mengucapkan terima kasih kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Bapak Teuku Riefky Harsya, Ermukim Party atas kolaborasinya dengan Inkubasi Kreatif, dan Musik Bagus yang memproduksi video klip serta mendistribusikan karya ini ke seluruh Digital Streaming Platform.

 

 

Allegra – Perempuan Hebat Itu Au Panggil Ibu

Ibu adalah sosok yang hadir dalam setiap bab kehidupan kita. Sejak pertama kali hadir di dunia, ibu adalah orang pertama yang memperkenalkan dunia penuh kasih sayang, kedamaian, serta rasa aman. Pelukannya yang erat begitu menghangatkan tubuh, serta begitu banyak kata terucap dari mulutnya yang membuat diri kita tak hilang arah. Tepat di hari ibu ini, Allegra mengajak para pecinta musik Indonesia untuk menyatakan rasa terima kasih kepada ibu melalui single perdananya yang diberi tajuk ‘Perempuan Hebat Itu Aku Panggil Ibu’.

Mengikuti jejak sang ayah, Aldisyah Latuihamallo, Allegra yang saat ini menginjak usia 12 tahun memilih untuk terjun ke dunia musik. Awal perjalanannya dimulai dengan memberikan hadiah terbaik bagi ibunda tercintanya.

‘Perempuan Hebat Itu Aku Panggil Ibu’ merupakan sebuah lantunan indah yang berisikan isi hati Allegra terhadap ibunya yang telah memberikan cinta, kasih sayang, serta pengorbanan baginya. Lirik lagu ini ditulis oleh sang ayah melalui pandangannya melihat keseharian Allegra yang menjadikan ibu role model

Perempuan hebat itu aku panggil ibu

Semua yang ku mengerti berawal darinya

Wanita kuat itu yang kubanggakan

Ku ingin dunia tahu istimewa ibuku

Allegra – Perempuan Hebat Itu Aku Panggil Ibu

‘Perempuan Hebat Itu Aku Panggil Ibu’ merupakan single perdana dari Allegra yang ditujukan bagi sang ibu. Lagu ini ditulis dan diproduksi oleh sang ayah, Aldisyah Latuihamallo, bercerita tentang ungkapan cinta dan sayang bagi sang ibu yang merupakan role model dari Allegra. Lagu ini akan rilis pada 22 Desember 2024 bertepatan dengan peringatan hari ibu.

Allegra merupakan seorang anak yang saat ini sedang berada dalam fase pertumbuhan ke masa remaja. Di usianya yang telah menginjak 12 tahun, dirinya memilih untuk mengambil langkah dalam bermusik. Didukung penuh oleh kedua orang tuanya, Allegra mengambil peran aktif dalam dunia musik, antara lain mengikuti choir di gereja, ikut serta dalam vokal grup anak-anak, dan pernah mengisi acara pada festival dongeng di Bogor. 

Selamat Hari Ibu. Terima kasih untuk semua cinta, kekuatan, dan pengorbananmu. Tanpamu, kita tidak akan menjadi siapa kita hari ini.

– Gimana perasaan Allegra menyanyikan lagu ini?

Perasaannya campur, terharu, happy. Yang tulis lagunya papa.

– Buat Allegra lagu ini bercerita tentang apa? 

Tentang ibu, perasaan allegra untuk ibu. 

– Pesan bagi para pendengar yang dengerin lagu Allegra? 

Semoga menikmati dengerin lagu aku, pesan lagu ini dapat berkesan ke semua orang.

– Berapa lama proses recording lagu ini 

3 jam, yg bikin lama bikin liriknya. 

– Karena jatuh di hari Ibu, pesan Allegra untuk Ibu.

Ibu hebat banget, semangat terus menjaga anak-anak. 

– Allegra dalam musik udah ngapain aja?

Ikut choir gereja, pernah nyanyi untuk grup anak-anak, nyanyi di festival dongeng di bogor. Les biola. 

Cita-cita : penyanyi

Sering nulis lagu, sampe nulis chord 

12 tahun, 1 smp

Fashion ikutin mama, mama jago masak. Dari kecil udh temenin masak catering. 

LYRICS 

ALLEGRA – PEREMPUAN HEBAT ITU AKU PANGGIL IBU

Lembut suaranya memanggil namaku

Hangat tubuhnya yang memelukku

Paras cantik dan senyuman itu 

Melekat manis dalam jiwaku

 

Tangisan kerasku mengukir senyumnya

Senandungnya yang merdu tenangkan aku

 

Perempuan hebat itu aku panggil ibu

Semua yang ku mengerti berawal darinya

Wanita kuat itu yang kubanggakan

Ku ingin dunia tahu istimewa ibuku

 

Amarahnya membuatku makin terarah

Tak jarang hingga jatuh air mata

Semua agar ku tak salah melangkah

Ku tahu itu cinta

 

Perempuan hebat itu aku panggil ibu

Semua yang ku mengerti berawal darinya

Wanita kuat itu yang kubanggakan

Ku ingin dunia tahu istimewa ibuku

 

Mama..

Mama..

Mama..

Mama..

 

Perempuan hebat itu aku panggil ibu

Semua yang ku mengerti berawal darinya

Wanita kuat itu yang kubanggakan

Ku ingin dunia tahu istimewa 

Istimewa

 

Perempuan hebat itu aku panggil ibu

Semua yang ku mengerti berawal darinya

Wanita kuat itu yang kubanggakan

Ku ingin dunia tahu istimewa ibuku

Istimewa ibuku

Istimewa ibuku

 

Ivan Tangkulung – Terang

Ivan Tangkulung merupakan seorang musisi dan komposer lintas genre kembali merilis sebuah karya terbaru bertajuk ‘Terang’ yang merupakan lagu hits dari mendiang Glenn Fredly. Karya terbaru ini dimainkan oleh Ivan Tangkulung Big Band bersama penyanyi ternama Louise Monique.


‘Terang’ merupakan sebuah lagu yang diciptakan oleh Glenn Fredly dan merupakan lagu yang memimpin pada album “Christmas Album – Terang” (2006). ‘Terang’ terinspirasi tentang kebersamaan dan membangun cinta kasih sesama umat manusia. Melalui liriknya yang cukup puitis, para pendengar diingatkan untuk tidak pasif dan redup di tengah kegelapan. Lagu ini juga menjadi pengingat bahwa selama hidup dalam kebersamaan dan perbedaan janganlah sia-sia, tetaplah menjadi pribadi yang berguna dan berani menyuarakan kebenaran. 

Berbeda dari lagu aslinya, aransemen ‘Terang’ yang dirilis oleh Ivan Tangkulung mengusung genre big band yang dinamis dan ekspresif. 

Melalui karya ini, Ivan Tangkulung terjun ke genre big band setelah kesuksesannya di ranah drama musikal dan orkestra. Ivan mengaku tergerak membuat lagu ini karena keinginannya memperkaya lagu natal modern lokal.

“Musim natal adalah salah satu masa yang paling indah sepanjang tahun, namun sayangnya jumlah lagu natal kontemporer Indonesia masih sangat sedikit. Kita malah terbiasa mendengarkan atau memainkan lagu-lagu natal dari luar. Saya berharap lagu Terang versi kami bisa memberikan warna baru dalam merayakan natal. Dan tentunya semoga makna lagu ini bisa membahagiakan, menghangatkan, dan menerangi hidup banyak orang,” ujar Ivan Tangkulung.

Dalam menghadirkan lagu ‘Terang’, Ivan Tangkulung Big Band berkolaborasi dengan Louise Monique, penyanyi grup musik Deredia yang dikenal karena kemampuan vokalnya dan warna suaranya yang khas. Selain karir musiknya, Louise Monique juga merupakan seniman panggung yang sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Ivan di Musikal Keluarga Cemara dan Payung Fantasi.

Penggemar musik akan segera bisa menikmati sajian lagu ‘Terang’ yang menginspirasi dalam alunan aransemen big band yang lincah dan hangat, serta diiringi kemerduan suara Louise Monique.

Tidak ketinggalan, Terang versi Ivan Tangkulung Big Band juga dilengkapi dengan video klip yang akan dirilis di YouTube pada tanggal yang sama. Video musik ini disutradarai oleh Dante Kidd dan diperankan oleh sejumlah artis panggung Indonesia, yakni Aldafi Adnan, Ajeng Apriliasih, Kezia Haniel, Renna Krisna, dan Jeremiah Purwoto.

Selamat menikmati momen natal yang penuh kedamaian dan sukacita dengan iringan lagu Terang yang sudah tersedia pada seluruh DSP kesayangan kalian!

 

Chairis Yoga – A Toast To Music

Chairis Yoga akan segera merayakan ulang tahunnya yang ke 60 yang jauh pada awal bulan Desember ini. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap musik, dirinya memiliki mimpi untuk melakukan sesuatu yang akan menjadi kenangan berharga dalam menyambut The Big 6nya.

Chairis merasa sangat bersyukur atas perjalanan hidupnya. Ia merasa segala yang terjadi dalam hidupnya tak lepas dari pengaruh musik dan pertemanan di sekelilingnya. Hal ini menjadi harta yang berharga bagi Chairis. Walaupun terbilang tak mudah segala hal yang dikerjakan dan perjalanan kehidupannya, namun musik seolah menjadi sebuah dorongan dan motivator untuk terus berkreasi serta berjalan menikmati hidup yang dijalankannya.

Oleh sebab itu, dalam rangka menyambut hari penambahan usianya yang ke-60, Chairis Yoga akan mewujudkan 2 impiannya. Pertama, yaitu menyelenggarakan Private Concert dengan tajuk “A Toast to Music” yang dimeriahkan oleh teman-teman komunitas JICC dan Rasa Tenang, serta anak-anak murid vokalnya. Impian Chairis yang kedua, yaitu merilis theme song untuk private concert yang memiliki judul ‘A Toast to Music’ pada hari ulang tahunnya, sekaligus menjadi lagu ke 10 yang rilis di Digital Streaming Platform.

‘A Toast to Music’ diciptakan dengan inspirasi lagu-lagu di era 80an. Memiliki ritme yang asik dan lirik yang sederhana. Lagu ini menjadi bentuk apresiasi Chairis Yoga terhadap musik dan teman-temannya yang sudah menjadikan hidupnya bahagia dan berwarna. 

Melalui ‘A Toast to Music’, Chairis Yoga berharap dapat menjadi sebuah lagu yang dapat dinyanyikan ketika kumpul bersama teman-teman untuk merayakan indahnya persahabatan dan juga The Power of Music. So…A Toast to Music! A Toast to Friendship!

SONG CREDITS : 

Song : Chairis Yoga

Lyrics : Chairis Yoga

Performer : Chairis Yoga                                       

Arrangement & Music : Asti Fajriani

Sound Engineer                  : Nic Edwin 

Mixing & Mastering             : Attar Nasution 

Recording Studio                : Music Republicain

 

YOUR SHOPPING CART

title_goes_here