Rabu-Rabu bukan sekedar judul, diambil dari khazanah bahasa Melayu Ambon kata ini menggambarkan sebuah urgensi rasa yang mewakili perasaan ingin cepat-cepat berjumpa, perasaan jatuh cinta, serta perasaan suka yang tumbuh begitu cepat.
Rabu-Rabu hadir guna merangkum rasa rindu yang tak lagi mampu berkompromi dengan waktu, serta pertemuan yang menjadi satu-satunya penawar paling hakiki.
Album “Rabu-Rabu” karya Palita Project, menawarkan berbagai genre musik yang variatif sebagai bentuk ‘bahasa’ untuk menyampaikan rasa. Palita Project percaya bahwa semakin banyak genre yang ditawarkan, semakin kaya pula cara untuk menyampaikan perasaan cinta. Dari sentuhan pop yang manis, soul romantic yang mendalam, hingga groove yang energetik, dihadirkan dalam album ini untuk mewakili setiap fase unik dalam percintaan anak muda.
Berisikan 10 track yang dikurasi dengan apik, album ini merangkai fragmen-fragmen cinta anak muda Maluku yang jujur, hangat, dan penuh warna.
Perjalanan Rabu-Rabu dimulai dengan “Putih Abu-Abu”, sebuah pintu gerbang menuju nostalgia masa sekolah. Menceritakan momen magis saat pandangan pertama bertemu di lorong-lorong sekolah, menyisakan tanya dan harapan akan hari esok yang lebih cerah. Getaran itu kemudian bertransformasi menjadi keberanian dalam “Kalau Suka Bilang Jua”, sebuah ajakan untuk jujur pada perasaan sembari menikmati langkah-langkah romantis dari Nusaniwe hingga ke Tanjong Allang.
Kedalaman komitmen dan dinamika hubungan mulai terasa pada lagu-lagu berikut, seperti “Hayo Tuheng”, sebuah sketsa jenaka tentang kekasih yang masih sungkan atau malu di hadapan orang tua, hingga memuncak pada kesucian janji dalam “Nyong Namalatu” dan “Kasih”. Di sini, cinta bukan lagi sekadar kiasan, melainkan dedikasi seputih merpati untuk saling menjaga hingga tutup usia.
Namun, cinta juga mengenal jarak, melalui “Tunggu” dan “Paser Putih Marthafons”, kita dibawa ke tepian pantai, menyaksikan matahari yang jatuh di tanusang sembari merajut sepi. Di titik nadir penantian inilah, gejolak itu muncul kembali melalui lagu utama, “Rabu-Rabu”. Ia menangkap esensi dari kerinduan yang mendadak menggebu, sebuah desakan jiwa untuk segera memeluk erat dan membuang jauh rasa sunyi.
Kegembiraan pertemuan itu kemudian meledak dalam kemeriahan tradisi “Sabantar Pesta!”. Di bawah pendar lampu, dentum musik dan derap langkah dansa jojaro serta mongare merayakan kemenangan atas rindu hingga fajar menyingsing.
Ditutup dengan musik yang energi dengan lirik puitis, yaitu “Pasti Bale”. Melalui lagu ini, kita diingatkan bahwa sejauh apapun laut memisahkan, rindu akan selalu menemukan jalan pulangnya.
“Rabu-Rabu” adalah sebuah perayaan atas pertemuan, sebuah penghormatan bagi mereka yang sedang dilanda rindu, dan sebuah surat cinta untuk tanah Ambon yang manis. Album ini mengundang pendengar untuk merasakan kembali betapa indahnya mencintai dengan segenap jiwa yang membara.
Dengarkan album Rabu-Rabu karya Palita Project di seluruh digital streaming platform kesayangan kalian.
—
RABU-RABU – PALITA PROJECT
Track List:
- Putih Abu-Abu
- Kalau Suka Bilang Jua
- Hayo Tuheng
- Nyong Namalatu
- Kasih
- Tunggu
- Paser Putih Marthafons
- Rabu-Rabu
- Sabantar Pesta!
- Pasti Bale

