Skip to Content

Blog Archives

Ivan Tangkulung – Terang

Ivan Tangkulung merupakan seorang musisi dan komposer lintas genre kembali merilis sebuah karya terbaru bertajuk ‘Terang’ yang merupakan lagu hits dari mendiang Glenn Fredly. Karya terbaru ini dimainkan oleh Ivan Tangkulung Big Band bersama penyanyi ternama Louise Monique.


‘Terang’ merupakan sebuah lagu yang diciptakan oleh Glenn Fredly dan merupakan lagu yang memimpin pada album “Christmas Album – Terang” (2006). ‘Terang’ terinspirasi tentang kebersamaan dan membangun cinta kasih sesama umat manusia. Melalui liriknya yang cukup puitis, para pendengar diingatkan untuk tidak pasif dan redup di tengah kegelapan. Lagu ini juga menjadi pengingat bahwa selama hidup dalam kebersamaan dan perbedaan janganlah sia-sia, tetaplah menjadi pribadi yang berguna dan berani menyuarakan kebenaran. 

Berbeda dari lagu aslinya, aransemen ‘Terang’ yang dirilis oleh Ivan Tangkulung mengusung genre big band yang dinamis dan ekspresif. 

Melalui karya ini, Ivan Tangkulung terjun ke genre big band setelah kesuksesannya di ranah drama musikal dan orkestra. Ivan mengaku tergerak membuat lagu ini karena keinginannya memperkaya lagu natal modern lokal.

“Musim natal adalah salah satu masa yang paling indah sepanjang tahun, namun sayangnya jumlah lagu natal kontemporer Indonesia masih sangat sedikit. Kita malah terbiasa mendengarkan atau memainkan lagu-lagu natal dari luar. Saya berharap lagu Terang versi kami bisa memberikan warna baru dalam merayakan natal. Dan tentunya semoga makna lagu ini bisa membahagiakan, menghangatkan, dan menerangi hidup banyak orang,” ujar Ivan Tangkulung.

Dalam menghadirkan lagu ‘Terang’, Ivan Tangkulung Big Band berkolaborasi dengan Louise Monique, penyanyi grup musik Deredia yang dikenal karena kemampuan vokalnya dan warna suaranya yang khas. Selain karir musiknya, Louise Monique juga merupakan seniman panggung yang sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Ivan di Musikal Keluarga Cemara dan Payung Fantasi.

Penggemar musik akan segera bisa menikmati sajian lagu ‘Terang’ yang menginspirasi dalam alunan aransemen big band yang lincah dan hangat, serta diiringi kemerduan suara Louise Monique.

Tidak ketinggalan, Terang versi Ivan Tangkulung Big Band juga dilengkapi dengan video klip yang akan dirilis di YouTube pada tanggal yang sama. Video musik ini disutradarai oleh Dante Kidd dan diperankan oleh sejumlah artis panggung Indonesia, yakni Aldafi Adnan, Ajeng Apriliasih, Kezia Haniel, Renna Krisna, dan Jeremiah Purwoto.

Selamat menikmati momen natal yang penuh kedamaian dan sukacita dengan iringan lagu Terang yang sudah tersedia pada seluruh DSP kesayangan kalian!

 

Chairis Yoga – A Toast To Music

Chairis Yoga akan segera merayakan ulang tahunnya yang ke 60 yang jauh pada awal bulan Desember ini. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap musik, dirinya memiliki mimpi untuk melakukan sesuatu yang akan menjadi kenangan berharga dalam menyambut The Big 6nya.

Chairis merasa sangat bersyukur atas perjalanan hidupnya. Ia merasa segala yang terjadi dalam hidupnya tak lepas dari pengaruh musik dan pertemanan di sekelilingnya. Hal ini menjadi harta yang berharga bagi Chairis. Walaupun terbilang tak mudah segala hal yang dikerjakan dan perjalanan kehidupannya, namun musik seolah menjadi sebuah dorongan dan motivator untuk terus berkreasi serta berjalan menikmati hidup yang dijalankannya.

Oleh sebab itu, dalam rangka menyambut hari penambahan usianya yang ke-60, Chairis Yoga akan mewujudkan 2 impiannya. Pertama, yaitu menyelenggarakan Private Concert dengan tajuk “A Toast to Music” yang dimeriahkan oleh teman-teman komunitas JICC dan Rasa Tenang, serta anak-anak murid vokalnya. Impian Chairis yang kedua, yaitu merilis theme song untuk private concert yang memiliki judul ‘A Toast to Music’ pada hari ulang tahunnya, sekaligus menjadi lagu ke 10 yang rilis di Digital Streaming Platform.

‘A Toast to Music’ diciptakan dengan inspirasi lagu-lagu di era 80an. Memiliki ritme yang asik dan lirik yang sederhana. Lagu ini menjadi bentuk apresiasi Chairis Yoga terhadap musik dan teman-temannya yang sudah menjadikan hidupnya bahagia dan berwarna. 

Melalui ‘A Toast to Music’, Chairis Yoga berharap dapat menjadi sebuah lagu yang dapat dinyanyikan ketika kumpul bersama teman-teman untuk merayakan indahnya persahabatan dan juga The Power of Music. So…A Toast to Music! A Toast to Friendship!

SONG CREDITS : 

Song : Chairis Yoga

Lyrics : Chairis Yoga

Performer : Chairis Yoga                                       

Arrangement & Music : Asti Fajriani

Sound Engineer                  : Nic Edwin 

Mixing & Mastering             : Attar Nasution 

Recording Studio                : Music Republicain

 

“A TOAST TO MUSIC : CHAIRIS YOGA’S PRIVATE CONCERT”

PERJALANAN YANG TAK MUDAH DARI CHAIRIS YOGA TERSAMPAIKAN DALAM “A TOAST TO MUSIC : CHAIRIS YOGA’S PRIVATE CONCERT”

Pandemi menjadi salah satu ketakutan bagi seluruh orang di dunia. Hidup terasa gelap, kehilangan arah, tak berdaya, dan putus asa. Terkadang, hal yang dibutuhkan adalah keberanian dari satu suara kecil yang tidak menyerah. Dan hal yang dibutuhkan, yaitu bernyanyi. 

Bagi Chairis Yoga, bernyanyi merupakan salah satu cara untuk keluar dari kegelapan, rasa hilang arah, dan ketidakberdayaan. Pandemi yang ditakutkan oleh semua orang ternyata menjadi sebuah pembuka jalan baru bagi Chairis Yoga untuk mewujudkan beberapa impiannya dalam industri musik, yaitu mengarang lagu dan mengajar vokal. Dirinya berhasil melawan dan meninggalkan rasa takutnya untuk memulai sesuatu yang baru. 

Berawal dari lagu anak-anak yang rilis di tahun 2022, hingga saat ini Chairis Yoga telah berhasil memproduksi 9 single yang tersedia di seluruh Digital Streaming Platform.

Chairis Yoga merasa ceritanya ini harus disampaikan kepada semua orang, sehingga pada 30 November 2024 ia mengadakan sebuah private concert yang diberi tajuk “A Toast to Music : Chairis Yoga’s Private Concert”. Sebuah konser yang berisikan lantunan musik indah karya Chairis Yoga. Ia mengajak rekan-rekan yang pernah terlibat dalam proses pembuatan karya-karyanya untuk bersama menampilkan karya tersebut kepada seluruh tamu undangan konser.

Pertama, Chairis Yoga tampil bersama rekan-rekannya dari Rasa Tenang, yang merupakan sebuah bentuk inisiatif dari Gabriella Santoso di tahun 2020 dengan konsep menggabungkan unsur pertunjukkan mendongeng dan lagu bagi kesehatan mental orang dewasa. Dalam “A Toast to Music : Chairis Yoga’s Private Concert”, Rasa Tenang membawakan cerita yang menjadi inspirasi bagi single terbarunya, yang juga merupakan lagu orisinil dari Rasa Tenang ‘One Tiny Voice’. Di setiap akhir paragraf, Rasa Tenang menutupnya dengan alunan lagu indah yang pastinya membuat setiap pendengar merasa sangat tenang. 

Selain Rasa Tenang, Chairis Yoga juga mengajak anak didiknya dalam vokal yang juga ikut terlibat dalam setiap karya yang dirilis olehnya, yaitu Sahlendra, Damar, dan Gege. Ketiga anak ini memiliki peran penting dalam beberapa lagu yang diciptakan oleh Chairis. Lantunan nada-nada indah keluar begitu saja dari mulut ketiga anak yang baru saja menginjak usia 11-12 tahun. 

Rekan-rekan Chairis Yoga dari Jakarta International Community Choir (JICC) juga turut mengambil bagian tampil bersama dirinya dengan membawakan lagu bertajuk ‘The Better Days’. Di penghujung acara, Chairis Yoga menjelaskan bahwa dirinya memiliki impian untuk merilis sebanyak 10 lagu sebelum dirinya menginjak usia 60 tahun, dan hingga saat ini Chairis berhasil merilis 9 lagu yang sudah dapat dinikmati para pecinta musik Indonesia bahkan dunia. Satu single terakhir dibawakannya secara spesial dan perdana di depan para tamu undangan yang hadir dalam private concert tersebut. Lagu tersebut akan segera rilis di tanggal 6 Desember 2024.

“A Toast to Music : Chairis Yoga’s Private Concert” merupakan bentuk syukur Chairis Yoga karena telah mewujudkan mimpinya untuk berkarya di dunia musik. Selain itu, konser ini juga merupakan sebuah bentuk terima kasih serta apresiasi bagi rekan-rekan serta keluarga yang terlibat dalam perjalanan bermusik Chairis Yoga.

 

 

Chairis Yoga – One Tiny Voice

Mengambil inspirasi dari kejadian nyata dalam sejarah, Chairis Yoga kembali merilis sebuah single terbaru bertajuk ‘One Tiny Voice’. Karya terbaru dari Chairis Yoga ini diciptakan sebagai lagu penutup dari cerita Rasa Tenang. Kisahnya bercerita tentang keajaiban yang bermula dari satu suara kecil yang berani bernyanyi. Cerita ini dipertunjukkan pada acara private concert Chairis Yoga yang bertajuk ‘A Toast to Music’ pada tanggal 30 November 2024 lalu. 

Penulisan lirik dari ‘One Tiny Voice’ ini Chairis Yoga menggandeng Gabriella Santoso sang pencetus Rasa Tenang sehingga lagu ini menjadi karya orisinil dari Rasa Tenang. Karya indah ini sekilas terdengar seperti lagu Disney karena lantunan indah dari aransemennya. Lirik yang disampaikan juga terbilang cukup puitis namun tetap mudah di pahami.

‘One Tiny Voice’ sudah dapat didengarkan pada seluruh DSP kesayangan kalian! 

TENTANG CHAIRIS YOGA

Chairis Yoga seorang Education Solutions Consultant yang di sela-sela pekerjaannya yang terbilang cukup sibuk, namun kecintaannya terhadap musik tak pernah pudar. Memulai pembelajaran musiknya ketika belajar electone di kelas 3 SD, berlanjut hingga dirinya kuliah di Jepang. Pada tahun 2008, Chairis Yoga bergabung dengan Jakarta International Community Choir (JICC) yang berlanjut hingga saat ini sehingga memberi ruang bagi Chairis untuk bisa menyalurkan kecintaannya terhadap Teater Musikal, dan sudah diberi kesempatan untuk memerankan berbagai peran. Di tahun 2010, Chairis mulai menekuni Musical Theatre singing, dilanjutkan dengan belajar jazz piano di tahun 2011, berlanjut hingga 2019, dimana berhasil lulus Distinction Ujian Vocal Trinity College London “Advanced Certificate Singing”. Dan mulai dari pandemi hingga saat ini Chairis Yoga mewujudkan beberapa impiannya di musik, yaitu mengarang lagu dan mengajar vocal. 

[kolom kiri ozy]

 

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

 

[/kolom_kanan_ozy]

[kolom kiri ozy]

 

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

 

[/kolom_kanan_ozy]

Lalahuta – Habis

2024 menjadi tahun yang cukup produktif bagi Lalahuta. Pasalnya, di tahun ini Lalahuta kembali merubah formasi personil, serta merilis beberapa karya terbaru termasuk EP dari proyek terbarunya yang diberi judul ‘LSIH’. Namun, hal tersebut tak menutup langkah bagi Lalahuta untuk kembali merilis single terbaru. Karya terbarunya ini, Lalahuta kembali membawakan lagu hits dari salah satu musisi legenda Indonesia, Glenn Fredly.

‘Habis’ menjadi pilihan bagi Lalahuta untuk dibawakan dengan versi mereka. Lagu ini merupakan favorit para personil Lalahuta dan menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk membawakan lagu dari sang legenda. 

‘Habis’ merupakan salah satu lagu hits yang diciptakan oleh mendiang Glenn Fredly, dirilis pada tahun 2008 serta terdapat pada album ‘Private Collection’. 

Bagi Lalahuta, ‘Habis’ merupakan lagu yang cocok untuk dibawakan karena cukup relate dengan kisah percintaan saat ini. Lagu ini bercerita tentang rasa cinta seorang kekasih yang pudar dan perlahan habis karena sudah bosan melihat kelakuan dari pasangannya yang tak kunjung berubah. 

Melalui single terbaru ini, Lalahuta berharap agar karya mendiang Glenn Fredly semakin banyak didengar oleh para pendengar di era ini dan semoga melalui karya yang dirilis ulang oleh Lalahuta, ‘Habis’ dapat diterima walaupun dengan balutan yang berbeda dengan lagu aslinya.

Dengarkan ‘Habis’ yang sudah dapat dinikmati pada seluruh DSP kesayangan kalian serta official lyric video pada YouTube Musik Bagus Indonesia.

SONG CREDITS

Written and composed by Glenn Fredly

Licensed by Mahakarya Bagus Indonesia

Executive Producer: Musik Bagus Indonesia

Produced and Arranged by Aldisyah Latuihamallo

All keys by Aldisyah Latuihamallo

Drums: Boni Eko

Acoustic Guitar: Beno Louloulia

Electric Guitar: Andre Dinuth

Bass: Allain Hizkia

Vocal: Kevin Widaya

Vocal arranged, directed and edited by Aldisyah Latuihamallo

Strings: Igor L Sopamena

Trumpet: Iyus

Recorded at Harper Studio

Mixed and Mastered by Rayendra Sunito

Distributed by Musik Bagus Indonesia

Artwork cover by Safta Gunadi

LYRICS 

LALAHUTA – HABIS

Habis sudah

Air mata sang kekasih

Meratapi kekasihnya tak berubah

Karena cinta tak mau dikhianati

Juga cinta tak mau terbagi-bagi

Itu sebabnya

Dan habislah 

Rasa di dada yang menyiksa

Akhirnya jawabannya

Ketulusan

 

[kolom kiri ozy]

 

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

 

[/kolom_kanan_ozy]

[kolom kiri ozy]

 

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

 

[/kolom_kanan_ozy]

Elmatu – Arti Setia

Tanpa kita sadari, terkadang seseorang yang kita cintai paling dalam ternyata bisa menjadi sumber rasa sakit yang paling besar. Menjalani suatu hubungan dalam waktu yang lama, namun harus berakhir karena pasangan kita lebih memilih orang lain yang “lebih sempurna” adalah hal paling menyakitkan. Satu hal yang harus dilakukan, yaitu pergi dan merelakannya.

Hal tersebut tertuang dalam single terbaru milik Elmatu yang berjudul ‘Arti Setia’. Bagi Elmatu, ‘Arti Setia’ bercerita tentang seseorang yang harapan dan kebahagiaannya hancur karena sang pasangan ternyata meninggalkannya demi orang lain yang terlihat lebih baik dibandingkan dengan dirinya. Tidak semua hubungan layak diperjuangkan; terkadang, melepaskan adalah cara terbaik untuk mencintai diri. Untuk apa bertahan apabila dirinya sudah tak ingin bersama lagi ?

Aku akan pergi meninggalkan dirimu Kukira semua indah ternyata aku salah Aku akan pergi meninggalkan dirimu
Manusia yang tak pernah tau Arti setia dalam cinta Arti Setia – Elmatu

Lagu ‘Arti Setia’ diciptakan oleh Aldisyah Latuihamallo pada tahun 2009, kemudian sempat dirilis dan masuk dalam album ‘Kacamata’ yang dirilis pada tahun 2014. Elmatu kembali membawakannya sesuai dengan permintaan dari sang pemilik lagu. Menurut Aldisyah, lagu ‘Arti Setia’ cocok dibawakan oleh Elmatu dengan suaranya yang khas dan juga tema dari lagu-lagu yang selama ini dibawakannya, yaitu lagu galau.

Melalui ‘Arti Setia’, Elmatu ingin menyampaikan bahwa memang tidak mudah kehilangan orang yang kita cintai, tapi bertahan dengan luka, hanya akan menyiksa diri sendiri, ‘mencintai mulai dari mencintai diri sendiri’. Elmatu berharap ‘Arti Setia’ dapat menjadi teman bagi semua yang sedang merasakan sakitnya dilukai cinta yang kita genggam erat.

‘Arti Setia’ sudah dapat didengarkan pada seluruh DSP kesayangan kalian!

TENTANG ELMATU
Johanan Ariel Matulessy atau yang lebih dikenal dengan Elmatu merupakan seorang penyanyi keturunan Maluku yang tumbuh di Makassar. Di usianya yang ke-17, Elmatu memutuskan untuk merantau dan mengikuti salah satu ajang pencarian bakat, X-Factor Season 1. Setelah beberapa tahun belajar tentang industri musik Indonesia, di tahun 2020 Elmatu memutuskan untuk mengeluarkan karya original bertajuk ‘Aku Yang Salah’, dan hingga saat ini dirinya masih aktif untuk berkarya.

SONG CREDITS
Composer: Aldisyah Latuihamallo Arranger: Aldisyah Latuihamallo Producer: Aldisyah Latuihamallo Mixing and Mastering: Rayendra Sunito
Recorded at Harper Studio
Drums: Rifandi Harvyan
Guitars: Stefanus
Strings: Igor L Sopamena
Vocal director and editor: Aldisyah Latuihamallo
LYRIC
ARTI SETIA – ELMATU
Awalnya kita saling cinta
Awalnya kita saling percaya
Tiada yang lain hanya kau dan aku Berharap menyatu hingga ujung waktu
Ternyata kini aku kecewa
Semua rasa terhapus dusta
Kau memilih dia yang lebih sempurna Melupakan cinta dan arti setia
Aku akan pergi meninggalkan dirimu Kukira semua indah ternyata aku salah Aku akan pergi meninggalkan dirimu Manusia yang tak pernah tau
Arti setia dalam cinta
Takkan ada lagi keinginan hati tuk jalani bersamamu Habiskan sisa hidupku denganmu

 

[kolom kiri ozy]

 

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

 

[/kolom_kanan_ozy]

[kolom kiri ozy]

 

[/ozy_kolom_kiri][ozy_kolom_kanan]

 

[/kolom_kanan_ozy]

Chairis Yoga – Melangkah Maju!

Tak terasa 4 tahun sudah Sahlendra bergabung menjadi murid vokal Chairis Yoga, dan pada bulan Juli 2024 lalu Sahlendra telah memasuki jenjang pendidikan SMP. Di usianya yang terbilang masih cukup muda, Sahlendra selalu memberikan dirinya untuk dilibatkan dalam setiap karya sang guru vokal, Chairis Yoga. ‘MELANGKAH MAJU!’ menjadi single terbaru yang dirilis oleh Chairis Yoga dan Sahlendra.

Awalnya lagu ini ditulis untuk dijadikan sebagai penutup dari acara Musikal Wisudah Sahlendra, namun karena kesibukan Sahlendra menghadapi ujian hal tersebut tidak bisa dilaksanakan. Walaupun momentumnya mungkin sudah lewat, tetapi Chairis Yoga tetap ingin menghadiahkan sesuatu sebagai kenang-kenangan untuk wisuda SD Sahlendra. 

Di dunia ini, tak ada yang abadi. Roda kehidupan pun akan terus berputar. Anak-anak di bangku sekolah juga akan mengalami hal yang sama ketika lulus dari jenjang pendidikan. Perpisahan memang identik dengan kesedihan, namun lagu ini ditulis tetap dalam irama ringan, karena perpisahan juga bisa diartikan dengan dimulainya sesuatu yang baru, maka harus selalu semangat, Melangkah Maju!

Lagu indah Chairis Yoga dan Sahlendra dirilis bertepatan dengan Hari Persahabatan Nasional di tanggal 10 Oktober 2024. Pesan yang ingin disampaikan adalah walaupun waktu dan tempat memisahkan kita, tetapi kenangan terhadap persahabatan yang terjalin dari masa ke masa pastinya tidak akan pernah sirna oleh waktu. 

‘MELANGKAH MAJU!’ sudah dapat didengarkan pada seluruh DSP kesayangan kalian!

SONG CREDITS

‘MELANGKAH MAJU!’

Chairis Yoga ft. Sahlendra

Lagu dan Lirik : Chairis Yoga

Penyanyi : Sahlendra

Aransemen dan Musik : Asri Fajriani

Sound Engineer : Nic Edwin

Mixing & Mastering : Attar Nasution

Recording Studio : Music Republicain

 

 

 

 

Manusiawicara – Imajinasi

Band bergenre Pop/Folk/Jazz asal Cikini, Jakarta Pusat, manusiawicara, beranggotakan 3 personil, yaitu Ignatia Adiananta pada vokal, Daniel Robinsar Sibuea pada gitar dan vokal, dan Cliff Ezra pada terompet. Terinspirasi dari musik pop lokal yang “jadoel” dan jazz ala barat, membuat manusiawicara memiliki estetika tersendiri di tengah keragaman skena musik Indonesia saat ini. 

Sejak 2019, manusiawicara telah berhasil menciptakan berbagai karya-karya indah dan menarik, dan tentunya berhasil tampil di beberapa panggung. Dengan gaya komposisi yang nostaljik serta “taste” masa kini, manusiawicara berhasil membuat pendengar setia yang sering disebut ‘wicarawan’ nyaman untuk menjadikan lagu-lagu manusiawicara sebagai peneman hari. 

Tahun 2024 ini, manusiawicara kembali merilis sebuah karya terbaru bertajuk ‘Imajinasi’. Lagu ini diciptakan pada tahun 2019, dipublikasikan dalam Youtube manusiawicaraTV pada tahun 2019 dan live remake pada tahun 2023. ‘Imajinasi’ bercerita tentang sebuah proses “labirin” yang membingungkan dari seseorang yang sedang merindukan kekasihnya yang sudah pergi.

Melalui ‘Imajinasi’ manusiawicara berharap agar dapat diterima lebih baik lagi oleh para pecinta musik di Indonesia melalui karya-karya menarik yang telah diciptakan maupun yang mendatang. Karya indah manusiawicara ini sudah bisa didengarkan pada seluruh DSP kesayangan kalian!

LYRICS

MANUSIAWICARA – IMAJINASI

Ku ingat sekali, fotografi

Dalam kepala berwarnakan rasa

Jantung berdebar

Seolah langit terpecah

Beberapa detik

Sekejap juga awan hitam

Melaju merespon hati

Yang semangat cemburu

Mungkin tangannya sudah ternoda,

Oleh sentuhan entah itu siapa

Ku bergegas hiraukan imajinasi

Yang telah terindahkan (indahkan)

Seakan (seakan) juga diriku lupa

Akan hidupku yang pertama

Hmm…

Dan dalam dimensi hati emosi,

Berontak rasa ingin peluk jiwanya

Memegang seluruh masa-masa lalu

Tapi entahlah ku sadar,

Menjadi insan tak perlu banyak

Pikiran patah hati

Diriku kan merekah

 

 

 

 

Rinjano – Sumpahku Padamu

Rinjano, grup musik asal Surabaya yang beranggotakan Andi Darmawan dan Enda Darmawan kembali merilis sebuah single yang bertajuk ‘Sumpahku Padamu’. Lagu ini merupakan single ketujuh yang dirilis oleh Rinjano.

Tak jauh-jauh dari tema percintaan, di single terbarunya ini Rinjano ingin membagikan cerita tentang ungkapan perasaan seseorang untuk menjaga kesetiaan terhadap orang yang dicintai dan selalu menjaga hati.

Kuingin dirimu bersamaku lewati semua

Menggenggam rasa yang pernah ada

Tak sanggup diriku

Bila ku harus hidup tanpamu

Terucap janji setia, ku s’lalu cinta

Rinjano – Sumpahku Padamu

Melalui ‘Sumpahku Padamu’, Rinjano berharap bagi para pendengar diluar sana dapat menikmati lagu ini, dan untuk yang sedang dalam hubungan dapat tetap menjaga kesetiaan terhadap orang yang dicintai.

Single ‘Sumpahku Padamu’ sudah dapat didengarkan pada seluruh DSP kesayangan kalian! 

LYRICS

RINJANO – SUMPAHKU PADAMU

Aku terjatuh

Terbius manis kata rindu

Terluka akhirnya

Ku kan menanti

Menunggu cinta kembali

Terukir maaf sesal dihati

Tak terulang lagi

Sumpahku padamu

Tuk jaga hatiku

Kuingin dirimu

Bersamaku lewati semua

Menggenggam rasa yang pernah ada

Tak sanggup diriku

Bila ku harus hidup tanpamu

Terucap janji setia, ku s’lalu cinta

 

 

 

 

Mencari Makna Lenso Melalui Pameran “Mari Ber-Lenso!”

Jakarta, 24 September 2024 – Apa itu Lenso? Mungkin suatu term yang terdengar asing untuk masyarakat sekarang. Jika dikerucutkan lagi untuk bertanya pada masyarakat yang mendalami kesenian atau sejarawan, Lenso mungkin akan dikatakan sebagai jenis musik. Sebagian yang lain mengatakan Lenso adalah suatu jenis tarian. Mungkin keduanya benar. Disadari atau tidak, Lenso yang berkembang di Indonesia adalah salah satu warisan seni yang digencarkan oleh Presiden Sukarno. Dengan penolakannya pada budaya Barat dan pencarian identitas seni untuk masyarakat Indonesia yang belum lama merdeka, Presiden Sukarno pada saat itu memberi mandat kepada musisi sekaligus terjun langsung untuk mengemas Lenso yang ia sebut sebagai “Lenso Gaya Baru”.

Resmi berdiri sejak tahun 2013, Yayasan Irama Nusantara yang berfokus pada pengarsipan digital musik populer Indonesia, berusaha untuk mendekatkan arsip—secara digital maupun fisik—kepada masyarakat. Salah satunya melalui pameran-pameran yang telah diselenggarakan. Pada tahun 2024 ini, Irama Nusantara memperoleh status sebagai Pihak Penerima Bantuan Operasional dari LPDP Dana Indonesiana, untuk kategori Dukungan Institusional Bagi Organisasi Kebudayaan dengan sub-kategori Pengelolaan Ruang Publik. Pada saat ini ruang publik yang dimaksud adalah Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Senen, Kec. Senen, Jakarta Pusat. Sebelum pameran “Mari Ber-Lenso!”, Irama Nusantara telah mengadakan pameran “Biang Kerok; Pameran Arsip Benyamin Suaeb” di sekitar Juni hingga Juli tahun ini.

Dian Onno, Ketua Yayasan Irama Nusantara menyatakan, “Selama 11 tahun ini, Irama Nusantara bekerja secara intensif mengumpulkan arsip digital rilisan musik populer Indonesia. Hingga kini telah terkumpul sebanyak 8.000 rilisan, namun aksesnya masih dipusatkan pada format daring melalui situs website kami. Kami sangat berterima kasih kepada Museum Kebangkitan Nasional dan Unit Museum Cagar Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang membuka kesempatan sehingga Irama Nusantara dapat mewujudkan mimpi untuk membuka akses terhadap arsip yang telah kami koleksi secara fisik sehingga bisa langsung diakses oleh publik. Harapannya, selain ketertarikan masyarakat terhadap kekayaan arsip koleksi musik populer Indonesia semakin besar, juga bisa mendorong partisipasi aktif publik untuk berbagi koleksi arsip dan memorabilia musik Indonesia yang mereka miliki.

Pameran “Mari Ber-Lenso!” ini menjadi usaha kedua Irama Nusantara untuk lebih mendekatkan arsip kepada masyarakat. Zikri Rahman peneliti berkebangsaan Malaysia yang bertanggung jawab menjadi kurator untuk pameran kali ini, menyatakan “Penting sekali bagi masyarakat Indonesia untuk mengetahui produk budayanya, salah satunya adalah Lenso. Sebagai tari maupun musik, secara sadar atau tidak, Lenso pasti berpengaruh dalam benak masyarakat secara turun-temurun ke generasi berikutnya.”, jelas Zikri.

Budaya lupa masyarakat Indonesia akan kesejarahannya sendiri terjadi di berbagai sektor. Salah satunya dan yang sangat penting adalah narasi kebudayaan yang dilupakan begitu saja. Entah karena kurangnya pendokumentasian atau memang faktor literasi yang lemah di kalangan masyarakat. Atau mungkin keduanya. Di sini Irama Nusantara berusaha hadir untuk mengingatkan kembali narasi yang memang sudah pernah ada puluhan tahun silam tetapi mungkin terlupa karena beberapa isu menjadi topik sensitif di kemudian hari.”, jelas Gerry Apriryan, Program Manager Irama Nusantara.

Berbagai arsip mulai dari rilisan musik, foto-foto, lembar lirik, dan potongan artikel yang berkutat seputar Lenso akan disajikan dengan berbagai cara. Pameran “Mari Ber-Lenso!” akan  dibuka pada Sabtu, 28 September di Ruang Aula Kebangkitan, Muskitnas hingga akan ditutup pada Minggu, 24 November. Peresmian dibukanya pameran akan disimboliskan denganpenampilan tari Lenso dari Sanggar Tari Sekar Tanjung. Juga diadakan talkshow & music performance. Talkshow pertama bertajuk “Lenso dan Sukarno” yang kami harap dapat menjadi bahasan untuk mengupas bagaimana definisi Lenso yang ingin diperkenalkan oleh Presiden Sukarno. Diskusi ini diramaikan oleh; David Tarigan sebagai moderator, Guruh Sukarnoputra (putra Presiden Sukarno) & Sigit Lingga (Yayasan Bung Karno) sebagai narasumber. Malam harinya, di tempat yang sama, panggung diramaikan oleh Irama Pantai Selatan sebagai salah satu bukti seberapa relevannya pengaruh Lenso pada benak masyarakat muda sekarang.

Keriaan tidak hanya pada hari pembukaan, pada Minggu, 29 September juga terdapat talkshow dengan topik “Dari Gerak Ke Rentak” bersama Yola Yulfianti sebagai moderator, Jack Simanjuntak & Egi Pattinaya. Serta malam harinya ditutup dengan penampilan dari Paduan Suara Dialita.

 

 

YOUR SHOPPING CART

title_goes_here