Skip to Content

Blog Archives

Terima Kasih 1931

Setelah merilis “Lovemosphere” dan “Pillow Screamer” pada tahun 2021, serta maxi-single “(n)Haphazard” pada 2022 lalu. Und Bodevan kembali merilis karya terbarunya di tahun 2023 ini dengan tajuk “1931” (dibaca: nineteen thirty one). Namun ada yang berbeda dalam proses penggarapan single terbaru pria kelahiran Jerman ini. Kali ini Und Bodevan berkolaborasi dengan Rhesa Aditya dan Endah Widiastuti selaku producer dan co-producer berlokasi di Earspace Studio, Earhouse, Pamulang. Kolaborasi ini awalnya ditawarkan oleh Rhesa Aditya pada suatu kesempatan saat Und Bodevan sedang mampir untuk manggung di Earhouse. Tanpa berpikir panjang akhirnya proyek kolaborasi ini berlangsung pada akhir 2022 lalu.

Lagu Cinta Mocca Untuk Temani Hari Santaimu

‘I Love You Anyway’ menjadi single kedua Mocca yang dirilis dalam aransemen akustik,serempak bisa didengarkan di berbagai platform musik digital pada hari Jumat tanggal28 April 2023. Tak hanya itu, musik video dari live performance Mocca membawakan lagu ini pun bisa disaksikan di kanal Youtube Mocca pada tanggal yang sama jam 12.00 WIB.

Adhika Nararya Kisahkan Kita Sebagai Anak Dalam Keluarga Melalui “A Lady With The Broken Heart”

Setelah sukses merilis single pertamanya pada Mei 2022 yang berjudul ‘Everything Will Be Okay’, Adhika Nararya akhirnya merilis single keduanya yang berjudul ‘A Lady With The Broken Heart’. Lagu ini terinspirasi oleh cerita-cerita yang Adhika dapatkan dari podcast yang ia miliki (Podcast Hello,atl) tentang keluarga, sehingga terinspirasi untuk menulis lagu yang bertemakan bagaimana kita sebagai seorang anak tumbuh dan besar dalam lingkungan internal yang memiliki family issue atau disfungsi dalam keluarga seperti perceraian orang tua atau perkelahian antar orang tua.

Vali Gambarkan Insecurity Lewat Beat Catchy di ‘Could It Be Enough?’

Mempertanyakan tentang keputusan-keputusan hidup dan merasa segalanya tidak terasa cukup tentu adalah satu hal yang sering dialami oleh banyak orang. Itu jugalah yang dirasakan oleh penyanyi pria pendatang baru Indonesia bernama Novalias Bari atau yang memperkenalkan dirinya sebagai Vali. Lewat single debutnya yang berjudul ‘Could it Be Enough?’, Vali menyapa penikmat musik Indonesia sekaligus mencoba meluapkan apa yang ada di dalam hatinya.

Cut Keysha Penuh Emosional Di Single Perdana Berjudul ‘Kedua Kali’

Selepas merilis single duet bersama Dara yang berjudul ‘Antara Kau & Aku’, kini Cut Keysha telah merilis single solo debutnya yang berjudul ‘Kedua Kali’. Musisi yang telah suka bernyanyi sejak usia belia ini memang ingin serius dalam bermusik karena inilah yang menjadi goals dari dirinya. “Aku mulai suka nyanyi dari TK, awalnya Cuma denger musik, trus lama-lama suka nyanyi-nyanyi gitu,” ungkap Cut Keysha. “Trus pas kelas 5 atau 6 SD, aku baru mulai serius dan ikut les vokal,” kisah musisi yang mengidolakan Bruno Mars ini.

Teddy Lee: Katakan Cinta

Teddy Lee adalah seorang musisi dan youtuber yang sering mengcover lagu-lagu soundtrack dari drama seri Korea. Uniknya, lagu-lagu tersebut Teddy bawakan dengan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Teddy Lee juga merupakan seseorang yang mahir dalam bermain gitar. Teddy juga sering menulis sebuah lagu dan telah menciptakan lagu yang begitu banyak.

Andre Dinuth & Wanda Omar: Menemukanmu

Menemukan seseorang yang tepat dalam percintaan menjadi salah satu hal yang diimpikan oleh semua orang. Di saat kita menemukan seseorang yang tepat, rasanya seperti menemukan cahaya di dalam kegelapan.

Gazpar Araja: My Homeland

Gaspar Aloysius Raja atau yang dikenal Gazpar Araja merupakan seorang musisi asal Nusa Tenggara Timur. Gazpar dikenal karena keahliannya dalam bermain Sasando. Sasando adalah alat musik tradisional khas Rote. Alasan Gazpar tertarik terhadap alat musik Sasando karena alat musik ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh alat musik lain. Sasando merupakan gabungan dari tiga alat musik : bass, rhythm, dan melodi. un saat berkuliah banyak tugas dan kesibukan, tidak ada salahnya untuk menikmati masa ini dengan mencintai seseorang.

Rootbeer Semarang: Waktu Yang Paling Tepat

Jatuh cinta bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, salah satunya yaitu pada saat kuliah. Masa kuliah adalah waktu yang paling tepat untuk menjalin suatu hubungan, karena pikiran kita sudah lebih dewasa di masa-masa ini dan cara pandang tentang suatu hubungan juga sudah berbeda. Walaupun saat berkuliah banyak tugas dan kesibukan, tidak ada salahnya untuk menikmati masa ini dengan mencintai seseorang.

Rootbeer Semarang: Together Forever

Cinta pada pandangan pertama memang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Bahkan di tempat atau waktu tak terduga pun cinta itu bisa muncul. Hal tersebut disampaikan dalam single Rootbeer yang bertajuk “Senafas Untuk Selamanya”. Wedding theme song kali ini diperuntukan bagi Rico dan Rosa, yang dimana cerita cinta mereka bukan terbentuk karena sebuah romansa melainkan dari sebuah agenda, agenda kompetisi kampus lah yang menyatukan mereka.

YOUR SHOPPING CART

title_goes_here